Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%

Indeks saham utama Indonesia menguat 1,21% pada akhir pekan, dipimpin pembelian besar asing terhadap 10 emiten kunci di tengah koreksi sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan dengan kenaikan signifikan, mencatatkan penutupan di level 5.453,134 pada Jumat (23/10/2026), naik 1,21% dari posisi sebelumnya. Kenaikan ini menjadi penguatan akumulatif sebesar 4,90% selama lima hari perdagangan, dengan hanya satu hari saja yang berakhir dalam zona merah. Kenaikan ini terjadi setelah sepekan sebelumnya mengalami koreksi tajam pasca pengumuman dari MSCI, yang memicu ketidakpastian pasar.

Meski demikian, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih besar di pasar reguler sebesar Rp9,81 triliun dan secara keseluruhan di semua pasar mencapai Rp8,73 triliun. Namun, di pasar negosiasi dan tunai, terjadi pembelian bersih sebesar Rp1,08 triliun, menunjukkan adanya ketertarikan terhadap sejumlah emiten tertentu yang dianggap memiliki prospek kuat.

Dari data yang dirilis, sepuluh saham menjadi fokus pembelian asing dengan nilai terbesar. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi yang paling banyak diborong dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp97,0 miliar, disusul PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) sebesar Rp83,5 miliar. Emiten energi seperti PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) juga menarik perhatian asing dengan pembelian bersih masing-masing Rp58,6 miliar dan Rp46,1 miliar.

Selain sektor energi dan properti, sektor konsumer dan kertas juga turut menarik minat investor asing. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) masing-masing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp49,0 miliar dan Rp46,9 miliar. Sementara itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dan PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menjadi dua emiten terakhir yang masuk dalam daftar top 10 dengan pembelian bersih Rp41,1 miliar dan Rp39,4 miliar.

Penguatan IHSG dan aliran modal asing ke sejumlah emiten menunjukkan kembali kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan sektor-sektor unggulan di tengah dinamika pasar global. Kenaikan ini juga menjadi indikator bahwa investor asing tetap aktif mencari peluang di pasar modal Indonesia meskipun terjadi volatilitas akibat kebijakan indeks global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya