Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Singapura menegaskan kembali komitmen kontrak dan siap ambil langkah hukum atas pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, meski dampaknya terbatas di bawah 2% kebutuhan harian.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan sikap tegas terhadap kebijakan pemangkasan ekspor gas dari Indonesia, menekankan pentingnya memenuhi kewajiban kontrak yang telah disepakati. Ia menegaskan bahwa importir gas di Singapura akan menempuh langkah-langkah hukum dan operasional yang diperlukan untuk melindungi kepentingan ekonomi dan energi negara. Pernyataan ini disampaikan menyusul pengurangan volume ekspor gas dari Indonesia, khususnya dari wilayah Natuna dan Sumatra, yang berdampak pada pasokan ke negara pulau tersebut.
Berdasarkan data dari Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA), total pengurangan pasokan gas dari Indonesia mencapai 17 BBTUD selama 18 hari, yang hanya menyumbang kurang dari 2% dari total kebutuhan harian Singapura yang mencapai lebih dari 1.000 BBTUD. Meski angka tersebut relatif kecil, langkah ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar listrik di Singapura masih bergantung pada gas alam yang diimpor melalui pipa dari Indonesia. PM Wong menekankan bahwa kebijakan ini menimbulkan tantangan terhadap stabilitas pasokan energi jangka panjang.
Untuk mengurangi ketergantungan, Singapura telah membangun terminal LNG sebagai upaya diversifikasi sumber pasokan. Dengan fasilitas tersebut, negara dapat mengimpor gas alam cair dari berbagai negara, termasuk Australia, Qatar, dan Amerika Serikat. Hal ini memberi fleksibilitas dalam menghadapi gangguan pasokan dari satu sumber. Selain itu, pemerintah juga sedang meninjau secara mendalam potensi tenaga nuklir sebagai alternatif energi bersih dan andal dalam jangka panjang.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa pemangkasan ekspor gas ke Singapura dilakukan demi menjamin keandalan dan keberlanjutan pasokan gas untuk kebutuhan listrik dalam negeri. Pengurangan mencapai 31 BBTUD, terdiri dari 15 BBTUD dari wilayah Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra, khususnya dari Wilayah Kerja Jambi Merang. Penyesuaian ini hanya berlaku untuk ekspor ke Singapura karena jalur pipa yang tersedia hanya terhubung langsung ke negara tetangga tersebut. Tidak ada pemangkasan terhadap negara lain.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Luiz Inácio Lula da Silva kembali menjabat presiden Brasil setelah menang telak dalam pemilu 2026 dengan 51,75% suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden.
26 Oktober 2026

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Menteri Keuangan dan Menteri PANRB memastikan skema pembayaran gaji ASN tetap menggunakan sistem perbankan, menolak isu pengalihan ke Koperasi Desa Merah Putih yang masih wacana.
26 Oktober 2026

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.
26 Oktober 2026

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Sebanyak sembilan perusahaan tengah dalam proses persiapan IPO di BEI hingga akhir Oktober 2026, dengan tiga di antaranya memiliki aset di atas Rp250 miliar.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Keringanan Sanksi Pajak Berlaku Mulai Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.24 WITA

