Fahri Hamzah Ajak Bangun Kecerdasan Politik Holistik
Wakil Ketua Umum Partai Gelora menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menilai kinerja pemerintahan dua tahun Prabowo-Gibran demi membangun kecerdasan politik yang sehat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momen refleksi penting bagi kualitas pemikiran publik terhadap tata kelola negara. Dalam diskusi publik bertema "Dua Tahun Prabowo Sudah Sesuai Harapan?", Fahri Hamzah menekankan bahwa keberhasilan suatu sistem bukan dinilai dari sentimen pribadi, melainkan dari kemampuannya menjawab kompleksitas persoalan secara menyeluruh. Ia menilai bahwa kecerdasan politik sejati muncul ketika masyarakat belajar melihat negara bukan sebagai kumpulan individu, tetapi sebagai sistem yang saling terkait.
Menurutnya, keberlanjutan kelembagaan jauh lebih penting daripada eksistensi tokoh-tokoh tertentu. Ia menekankan bahwa pemimpin bisa berubah, tetapi institusi harus terus berbenah, terbuka, dan berdaya guna. Dengan demikian, sistem negara tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam konteks kebutuhan masyarakat yang dinamis. Ia menilai bahwa evaluasi pemerintahan harus dilakukan dengan objektivitas, bukan berdasarkan preferensi emosional atau kecintaan terhadap figur tertentu.
Fahri mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan, untuk membangun budaya dialog yang konstruktif. Ia menekankan bahwa pejabat publik harus terbuka terhadap masukan dan kritik yang berbasis fakta, bukan hanya reaksi emosional. Di sisi lain, mereka yang menyampaikan kritik diminta untuk menyertakan data dan analisis yang akurat agar diskusi tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.
Tujuan utama dari pendekatan ini adalah menciptakan ruang demokrasi yang sehat, di mana perbedaan pendapat menjadi energi perbaikan, bukan alat perpecahan. Dengan membangun kecerdasan politik yang holistik, masyarakat diharapkan mampu menilai kinerja pemerintahan secara objektif dan berkelanjutan, sehingga memperkuat kualitas tata kelola negara di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran mencatatkan kemajuan signifikan dalam kemandirian pangan nasional melalui swasembada delapan komoditas dan rekor pengadaan beras oleh BULOG.
26 Oktober 2026

Putin Bantah Tuduhan Rusia Dalangi Aksi Protes Eropa
Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tudingan bahwa Moskow memicu gelombang unjuk rasa di Eropa, menilai klaim tersebut sebagai upaya menyalahkan pihak luar atas krisis internal negara-negara tersebut.
26 Oktober 2026

Gubernur URI Bahas Pendidikan Kepemimpinan dengan Prabowo di Hambalang
Pertemuan Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto dengan Presiden Prabowo Subianto fokus pada perkembangan program pemimpin masa depan dan rencana pembangunan kampus baru di Bogor.
26 Oktober 2026

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kalimantan Tengah melonjak tiga kali lipat akibat paparan asap karhutla, memicu aksi percepatan distribusi alat bantu napas dari Kemenkes.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

