Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis

Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kalimantan Tengah melonjak tiga kali lipat akibat paparan asap karhutla, memicu aksi percepatan distribusi alat bantu napas dari Kemenkes.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah mengalami tekanan signifikan akibat meningkatnya kualitas udara buruk akibat asap kebakaran hutan dan lahan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa jumlah pasien yang masuk rumah sakit dalam beberapa pekan terakhir naik hingga tiga kali lipat, terutama yang mengalami gangguan pernapasan. Lonjakan ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera menindaklanjuti dengan peningkatan kapasitas layanan kesehatan di daerah terdampak.

Untuk menangani kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan akselerasi distribusi peralatan medis, termasuk ventilator, ke berbagai rumah sakit di kabupaten dan kota di Kalteng. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan fasilitas kesehatan menangani pasien dengan gangguan pernapasan berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak yang mengalami sesak napas parah. Ketersediaan alat bantu napas dianggap krusial guna memastikan penanganan cepat dan tepat.

Menteri menekankan pentingnya deteksi dini gejala gangguan pernapasan. Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala ringan seperti batuk atau sesak, meski hanya ISPA biasa. Namun, jika kondisi memburuk hingga menunjukkan tanda pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penanganan harus segera dilakukan di rumah sakit. Upaya ini dimaksudkan untuk mencegah komplikasi serius dan mengurangi beban fasilitas kesehatan.

Dalam kunjungannya ke Palangka Raya, Budi juga meninjau fasilitas kesehatan di Puskesmas Panarung dan Puskesmas Menteng. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah layanan bus oksigen keliling yang membantu warga terdampak asap. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan bahwa program ini berpotensi dijadikan model nasional, sejalan dengan dukungan Menteri Kesehatan untuk mengembangkan pilot project di kota tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya