Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun

Pemerintah Klaten gencar sosialisasi Wajar 13 Tahun dengan perluasan layanan PAUD untuk capai cakupan 35.000 anak pada 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Klaten kembali memperkuat komitmen dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun melalui peningkatan akses pendidikan anak usia dini. Sosialisasi terkait implementasi kebijakan tersebut digelar di Pendopo Kabupaten, melibatkan berbagai elemen pendidikan, mulai dari pengelola sekolah dasar, pengurus organisasi guru, hingga tokoh masyarakat desa. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pendidikan prasekolah sebagai fondasi utama dalam pembentukan generasi unggul.

Kegiatan yang dihadiri oleh para koordinator wilayah pendidikan, K3S SD, paguyuban kepala desa, serta perwakilan IGTKI dan Himpaudi ini didorong oleh kebijakan nasional yang berbasis Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029. Kepala Dinas Pendidikan Klaten menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target nasional, terutama dalam memperluas jangkauan layanan PAUD secara merata di seluruh wilayah kabupaten.

Saat ini, Klaten memiliki 1.407 satuan pendidikan anak usia dini yang tersebar di berbagai desa. Dari total sasaran sekitar 35.000 anak pada 2026, sebanyak 30.990 anak telah terlayani, sedangkan 4.369 anak lainnya masih belum mendapatkan akses pendidikan prasekolah. Angka ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat perluasan jaringan PAUD, baik secara kuantitas maupun kualitas, demi memastikan setiap anak memiliki kesempatan belajar sejak dini.

Perwakilan Tim Penggerak PKK Klaten menegaskan bahwa masa usia dini merupakan jendela emas bagi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan karakter anak. Ia menekankan bahwa pendidikan PAUD bukan sekadar mengenalkan huruf dan angka, tetapi juga membentuk kemandirian, kemampuan berkomunikasi, kebiasaan hidup sehat, serta nilai-nilai keberagamaan dan kebersamaan. Dengan pendekatan holistik, PAUD diharapkan mampu menciptakan fondasi kuat bagi masa depan generasi bangsa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya