Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Presiden Rusia menolak tuduhan adanya keterlibatan Moskow dalam gelombang protes di Eropa, menekankan bahwa akar masalahnya terletak pada kebijakan pemerintah lokal yang bermasalah.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam pemicu gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah negara Eropa. Dalam wawancara dengan jurnalis Pavel Zarubin, ia menyatakan bahwa tuduhan terhadap Moskow justru mencerminkan ketidakmampuan para pemimpin Eropa untuk mengakui kesalahan internal dalam pemerintahan mereka. Putin menyoroti bahwa ketidakstabilan sosial yang muncul bukan hasil dari intervensi luar, melainkan akibat dari kegagalan kebijakan ekonomi dan keuangan yang dijalankan secara lokal.
Ia menekankan bahwa Rusia tidak mendukung atau memicu kerusuhan tersebut, namun tetap akan merespons dengan sikap yang proporsional terhadap tuduhan yang dianggap tidak berdasar. Menurut Putin, Kementerian Luar Negeri Rusia akan menanggapi secara hati-hati setiap klaim dari negara-negara Barat yang menyebut Moskow sebagai dalang di balik aksi massa. Ia menilai bahwa upaya menyalahkan pihak luar justru mengalihkan perhatian dari akar permasalahan yang sebenarnya.
Gelombang protes pertama kali muncul di Prancis pada pertengahan September, ketika pelajar sekolah menengah di kawasan pinggiran Paris menggelar aksi unjuk rasa menuntut perbaikan fasilitas pendidikan. Aksi tersebut kemudian meluas ke publik umum yang menyuarakan kekecewaan atas kenaikan biaya hidup. Dalam rentang waktu berikutnya, demonstrasi serupa terjadi di Italia pada 17–18 Oktober, menyusul ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi.
Puncak protes terjadi pada 24 Oktober, dengan aksi massa yang melibatkan warga dari Prancis, Italia, dan Albania, sementara Belgia dan Spanyol juga melaporkan gelombang unjuk rasa yang signifikan. Di Albania, aksi demonstrasi menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Semua gelombang aksi tersebut, menurut Putin, tidak memiliki kaitan langsung dengan intervensi Rusia, melainkan refleksi dari ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kalimantan Tengah melonjak tiga kali lipat akibat paparan asap karhutla, memicu aksi percepatan distribusi alat bantu napas dari Kemenkes.
25 Oktober 2026

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Pemerintah Klaten gencar sosialisasi Wajar 13 Tahun dengan perluasan layanan PAUD untuk capai cakupan 35.000 anak pada 2026.
25 Oktober 2026

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Gubernur DKI Jakarta menyatakan modifikasi cuaca berhasil menurunkan tingkat polusi selama dua hari saat gelaran Jakarta Running Festival dan konser Kanye West berlangsung.
25 Oktober 2026

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra menegaskan Presiden tidak berwenang memberhentikan Wakil Presiden secara sepihak, sekalipun terkait polemik ijazah yang diputuskan Mahkamah Konstitusi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

