Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat

Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan secara terbuka bahwa pihaknya sedang menimbang kemungkinan melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam waktu dekat. Ia bahkan menyatakan bahwa aksi tersebut bisa dilakukan lebih cepat dari yang diperkirakan publik, tanpa memastikan kapan tepatnya keputusan akan diambil. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu waktu AS, menegaskan bahwa keputusan semacam itu tidak akan diumumkan secara prematur.

Trump menekankan bahwa keputusan akhir tidak akan diketahui oleh pihak lain, termasuk media atau negara lain, sebelum pelaksanaan. “Apakah Anda pikir saya akan memberi tahu Anda jika saya berniat melakukannya?” tegasnya, menunjukkan sikap terhadap kerahasiaan strategi militer. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi sebelumnya, termasuk penggunaan pesawat B-2, belum cukup untuk menjamin hasil jangka panjang.

Menurut Trump, tujuan utama dari tindakan militer adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir secara permanen. Ia menegaskan bahwa hanya dengan tindakan tegas, dapat dipastikan tidak ada ancaman nuklir yang muncul di masa depan. Ia juga menyatakan bahwa Iran memiliki kesempatan untuk menghindari konflik dengan mencapai kesepakatan, tetapi keraguan tetap muncul mengenai komitmen Iran terhadap kesepakatan tersebut.

Trump menegaskan bahwa hanya ada dua opsi yang tersisa: melanjutkan perang atau mencapai kesepakatan. Ia menyatakan tidak yakin mana yang akan terjadi, tetapi menegaskan bahwa AS akan tetap menang, baik dalam konflik maupun diplomasi. Ia juga menyebut bahwa volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah meningkat sejak konflik dimulai, meski tidak menyertakan data kuantitatif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya