Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi menunda pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah hingga tahun 2028. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap realisasi target yang belum optimal, serta berbagai masukan dari pelaku UMKM di lapangan. Penundaan ini merupakan respons langsung terhadap aspirasi yang disampaikan secara luas, khususnya mengenai beban administratif yang dianggap berat bagi usaha skala kecil.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menegaskan bahwa kebijakan ini dikeluarkan atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyadari kompleksitas tantangan yang dihadapi para pelaku usaha. Dalam kunjungan kerjanya ke Makassar, ia menyampaikan bahwa proses persiapan dokumen dan syarat pendukung lainnya menjadi hambatan utama, terutama bagi UMKM dengan kapasitas sumber daya terbatas.
Meskipun sertifikasi halal merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, pemerintah tetap mempertimbangkan keseimbangan antara kewajiban hukum dan kondisi nyata pelaku usaha. Dengan perpanjangan waktu hingga 2028, pemerintah berkomitmen untuk meneliti dan mengembangkan mekanisme yang memungkinkan proses sertifikasi berjalan secara bertahap, tanpa mengganggu kelangsungan operasional UMKM.
Selama masa penundaan, pemerintah akan terus melakukan pendampingan dan peningkatan akses layanan sertifikasi, termasuk melalui program gratis dan percepatan proses oleh lembaga terkait. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang inklusif, memudahkan akses bagi pelaku usaha, sekaligus menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk halal di Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

