9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Sebanyak sembilan perusahaan tengah dalam proses persiapan IPO di BEI hingga akhir Oktober 2026, dengan tiga di antaranya memiliki aset di atas Rp250 miliar.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hingga 23 Oktober 2026, tercatat sembilan entitas perusahaan telah memasuki tahap akhir persiapan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut, satu perusahaan dikategorikan sebagai pelaku usaha skala kecil, dengan aset di bawah Rp50 miliar. Lima perusahaan lainnya berada dalam kategori menengah, dengan nilai aset berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sisanya, tiga perusahaan, masuk kategori besar dengan aset melebihi Rp250 miliar, menunjukkan potensi besar dalam penetrasi pasar modal.
Dominasi sektor kesehatan terlihat jelas dalam daftar antrean IPO, dengan empat perusahaan berasal dari bidang tersebut. Dua perusahaan berasal dari sektor bahan baku, dua lainnya dari sektor energi, serta satu entitas dari sektor keuangan. Komposisi ini mencerminkan minat yang kuat dari sektor strategis dalam memanfaatkan pasar modal untuk pendanaan ekspansi dan pengembangan infrastruktur.
Sejak awal tahun hingga akhir Oktober 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah resmi mencatatkan saham di BEI. Total dana yang berhasil dikumpulkan dari tujuh IPO tersebut mencapai Rp2,16 triliun. Angka ini menjadi indikator kuat kembali pulihnya minat investor terhadap pasar modal Indonesia, terutama dalam konteks perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi dan struktur keuangan yang stabil.
Pencatatan saham perdana yang terus berlanjut menunjukkan dinamika positif dalam ekosistem pasar modal nasional. Dengan adanya tiga perusahaan beraset besar dalam antrean, diperkirakan akan terjadi peningkatan likuiditas dan minat investasi dari kalangan institusional maupun retail. Kehadiran emiten besar juga berpotensi memperkuat indeks pasar dan menarik perhatian investor asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Luiz Inácio Lula da Silva kembali menjabat presiden Brasil setelah menang telak dalam pemilu 2026 dengan 51,75% suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden.
26 Oktober 2026

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Singapura menegaskan kembali komitmen kontrak dan siap ambil langkah hukum atas pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, meski dampaknya terbatas di bawah 2% kebutuhan harian.
26 Oktober 2026

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Menteri Keuangan dan Menteri PANRB memastikan skema pembayaran gaji ASN tetap menggunakan sistem perbankan, menolak isu pengalihan ke Koperasi Desa Merah Putih yang masih wacana.
26 Oktober 2026

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tegaskan pasar modal nasional memiliki fundamental kuat dan mampu menentukan status global tanpa bergantung pada penilaian eksternal.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Keringanan Sanksi Pajak Berlaku Mulai Oktober 2026
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.24 WITA

