Banjir Genangi Empat Desa, Petani Aceh Tamiang Panen Pakai Perahu
Empat desa di Aceh Selatan terendam banjir akibat hujan lebat, sementara petani di Aceh Tamiang kesulitan panen karena tanggul jebol dan sawah tergenang hingga sepekan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Empat desa di dua kecamatan di Aceh Selatan terendam banjir akibat meluapnya air sungai akibat curah hujan tinggi sejak Sabtu (24/10). Ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa, menggenangi permukiman di Gampong Gunong Pulo dan Krueng Batee, Kecamatan Kluet Utara, serta Gampong Mersak dan Malaka di Kluet Tengah. BPBD setempat melaporkan bahwa genangan masih terjadi hingga hari ini, dengan hujan lebat yang belum berhenti. Jalan nasional Tapaktuan-Subulussalam terdampak, meski arus lalu lintas tetap lancar.
Di wilayah lain, kawasan pertanian di Aceh Tamiang mengalami tekanan serius. Tanggul sungai di Desa Marlempang jebol, menyebabkan sawah di Desa Teluk Halban terendam air hingga lebih dari satu meter. Padi yang hampir masuk masa panen terancam rusak akibat genangan berkepanjangan. Petani terpaksa memanen secara manual dengan sabit, menggunakan perahu karet dan perahu terpal untuk menjangkau lahan yang terendam. Alat mesin panen tidak bisa digunakan karena genangan tidak memungkinkan operasional.
Proses panen yang biasanya memakan waktu beberapa hari kini memakan waktu hingga beberapa pekan. Keterbatasan tenaga kerja juga menjadi hambatan, karena kondisi air yang berbau dan menimbulkan gatal. Banyak petani memilih sistem bagi hasil, dengan pembagian hasil 50 persen antara petani dan pekerja, untuk memastikan panen tetap dilakukan. Sebelumnya, biaya panen hanya sekitar Rp150 ribu per rantai, tetapi kini sistem gotong royong dan bagi hasil menjadi satu-satunya opsi untuk menyelamatkan panen.
Sebanyak empat kelompok tani, masing-masing mengelola sekitar 25 hektare sawah, terdampak banjir. Total lebih dari 100 petani terlibat dalam penanganan darurat. Luas areal persawahan produktif di Desa Teluk Halban mencapai 62 hektare, dengan 70 persen terdampak. Selain sawah milik warga, lahan percontohan teknologi pertanian (PMAAS) seluas satu hektare juga terancam gagal panen karena belum bisa diakses.
Pejabat dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Aceh Tamiang mengakui dampak luas dari jebolnya tanggul, meski belum bisa memberikan angka pasti terkait luas areal terdampak. Upaya perbaikan tanggul dan penanganan darurat terus dilakukan, namun diperlukan percepatan agar risiko kerugian petani dapat diminimalkan, terutama saat banjir terjadi menjelang masa panen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

