Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional

Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni, mengungkapkan bahwa sektor perfilman nasional mengalami kekurangan tenaga profesional di hampir semua lini, dengan penulis naskah menjadi salah satu yang paling dibutuhkan. Ia menyoroti bahwa meski ribuan lulusan dari perguruan tinggi dan sekolah vokasi perfilman setiap tahun, hampir tak sampai lima persen dari mereka memilih untuk bergabung langsung ke industri film.

Fauzan menjelaskan bahwa sistem rekrutmen di industri film masih sangat tertutup, berbeda dari sektor media atau jurnalistik yang terbuka terhadap seleksi umum. Kebanyakan produser hanya merekrut kepala departemen, lalu memilih tim sendiri berdasarkan hubungan personal atau latar belakang akademik yang sama. Hal ini menyebabkan dominasi koneksi dan keterbatasan inklusi terhadap talenta baru yang berpotensi.

Akibatnya, banyak lulusan perfilman memilih bekerja di bidang terkait seperti media, agensi komunikasi, atau produksi konten digital—meski tidak secara langsung terlibat dalam film. Fenomena ini diperparah dengan pertumbuhan pasar film yang pesat dan kebutuhan produksi konten lokal yang terus meningkat, sehingga menciptakan tekanan terhadap ketersediaan tenaga kerja berkualitas di semua bidang, mulai dari sutradara, produser, editor, hingga tenaga teknis seperti DOP dan artistik.

Untuk mengatasi persoalan ini, BPI tengah mengusulkan perubahan regulasi dalam revisi Undang-Undang Perfilman, termasuk aturan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan perlindungan bagi pekerja film. Selain itu, pihaknya juga aktif menjalin kerja sama internasional untuk memberikan peluang pelatihan dan pendidikan di negara dengan ekosistem film matang, seperti Korea Selatan dan Prancis, meski jumlah peserta yang terlibat masih terbatas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya