Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun

Indeks saham menguat 4,9% dalam sepekan, didukung kenaikan kapitalisasi pasar dan arus beli asing, meski tekanan dari pelemahan rupiah dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS masih menghantui.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
IHSG Naik 4,9% di Akhir Pekan, Investor Asing Beli Bersih Rp1,28 Triliun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan pada Jumat (23/10) dengan kenaikan 51,35 poin atau 0,95%, berada di level 5.439. Kenaikan ini terjadi setelah empat hari berturut-turut menguat, mencatatkan kenaikan pekanan sebesar 4,90%. Volume perdagangan mencapai 43,93 miliar lembar saham dengan nilai transaksi harian mencapai Rp16,19 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi di akhir pekan.

Peningkatan kapitalisasi pasar mencatatkan lonjakan sebesar 4,66%, dari Rp9.157 triliun menjadi Rp9.583 triliun. Meski volume transaksi harian turun 9,39% dibandingkan minggu sebelumnya, nilai transaksi harian naik signifikan 25,42% dari Rp16,22 triliun menjadi Rp20,34 triliun. Frekuensi transaksi harian juga meningkat 13,80%, dari rata-rata 1,72 juta menjadi 1,95 juta kali transaksi.

Pasar mencatatkan arus beli bersih dari investor asing sebesar Rp1,28 triliun pada penutupan pekan lalu. Secara kumulatif hingga periode pelaporan, investor asing membukukan nilai beli bersih sebesar Rp94,87 triliun sepanjang 2026. Kondisi ini menjadi indikator kepercayaan pasar terhadap ekonomi domestik, meskipun tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh Rp18.089 per dolar AS dan arus dana keluar senilai Rp8 triliun selama sepekan menjadi perhatian utama.

Proyeksi pergerakan IHSG di pekan depan diperkirakan terbatas, dengan sentimen eksternal seperti ketegangan AS-Iran dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang masih tinggi. Analis memprediksi indeks akan bergerak di kisaran support 5.185 dan resistance 5.563. Investor akan memantau kinerja emiten perbankan, hasil pertemuan FOMC, serta evaluasi MSCI terhadap Indonesia sebagai faktor pendorong.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya