Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual

Investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp8,73 triliun sepanjang pekan, dengan Bank Central Asia dan BRI menjadi saham paling banyak dijual.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kebangkitan signifikan pada akhir pekan lalu, mampu menguat 1,21% ke level 5.453,134 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya menyusul pengumuman MSCI. Secara kumulatif, indeks mencatatkan kenaikan 4,90% sepanjang pekan, hanya satu hari saja berakhir di zona merah dari lima hari perdagangan. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan sentimen pasar meski tekanan dari aksi jual asing tetap konsisten.

Seiring dengan pergerakan indeks, aliran modal asing tercatat melakukan penjualan bersih besar-besaran di seluruh pasar, mencapai Rp8,73 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari pasar reguler sebesar Rp9,81 triliun. Di sisi lain, investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp1,08 triliun di pasar negosiasi dan tunai, menunjukkan adanya seleksi dalam pengambilan posisi.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sepuluh emiten menjadi fokus penjualan asing. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dijual dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp2,9 triliun, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp2,1 triliun. Selain kedua bank besar tersebut, Telkom Indonesia (TLKM), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Syariah Indonesia (BRIS) juga termasuk dalam daftar teratas penjualan bersih.

Sementara itu, saham-saham tambang seperti Bukit Asam (PTBA), Timah (TINS), Aneka Tambang (ANTM), serta Bank Negara Indonesia (BBNI) juga mengalami penjualan bersih di atas Rp150 miliar. Angka-angka ini menunjukkan dominasi penjualan asing terhadap emiten sektor keuangan dan sumber daya, yang mungkin mencerminkan strategi revaluasi portofolio atau penyesuaian eksposur terhadap risiko pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya