Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menkes Budi Bantah Sesak Saat Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membantah isu sesak napas saat menggunakan tabung oksigen dalam kunjungan ke Palangka Raya, menegaskan penggunaan alat tersebut sebagai bagian dari edukasi fasilitas penanganan dampak asap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Menkes Budi Bantah Sesak Saat Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penggunaan tabung oksigen saat kunjungan ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tidak disebabkan oleh kondisi medis seperti sesak napas. Ia menjelaskan secara langsung melalui media sosial bahwa foto yang viral memang benar, namun narasi yang menyertainya keliru. Penggunaan alat tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari upaya edukasi publik terkait fasilitas penanganan dampak polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan Rumah Oksigen yang dikelola oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta Bus Oksigen Keliling milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Fasilitas ini dirancang sebagai respons mitigasi terhadap lonjakan kasus gangguan pernapasan akibat asap. Rumah Oksigen dilengkapi sistem penyaringan udara berbasis HEPA, yang mampu mengurangi partikel berbahaya dalam udara.

Menurut Budi, masyarakat yang mengalami gejala sesak napas dapat langsung datang ke fasilitas tersebut untuk beristirahat dan mendapatkan oksigen terpantau oleh tenaga kesehatan. Jika diperlukan, mereka akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap gejala pernapasan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan asap.

Khusus bagi relawan pemadam kebakaran, Budi menyampaikan bahwa paparan asap berkepanjangan dapat menurunkan saturasi oksigen darah hingga di bawah 90 persen. Oleh karena itu, ketersediaan oksigen menjadi krusial sebagai perlindungan bagi mereka yang berada di garis depan penanganan karhutla. Ia mengimbau masyarakat tidak menyepelekan gejala sesak napas dan segera memanfaatkan fasilitas kesehatan atau rumah oksigen terdekat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya