Iran Tegaskan Siap Hadapi Ancaman, Buka Ruang Diplomasi
Teheran menegaskan kesiapan menghadapi ancaman militer dari AS dan Israel, sekaligus menyatakan tetap membuka ruang dialog meski menolak tuntutan sepihak.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Republik Islam Iran menyatakan siap menghadapi berbagai skenario ancaman militer dari Amerika Serikat dan Israel, meski secara terus-menerus menegaskan komitmen terhadap diplomasi sebagai jalur utama penyelesaian konflik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menekankan bahwa rakyat negara itu tidak lagi mempercayai Washington, sehingga kesiapan pertahanan menjadi prioritas strategis. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka pintu perundingan, namun tidak akan menyerah pada tuntutan yang dianggap tidak adil dan sepihak.
Dalam pernyataan kepada media publik Jerman, ARD, Baghaei menyoroti ketidakseriusan AS dalam menjalankan proses diplomasi. Ia menilai bahwa tindakan militer yang dilakukan terhadap Iran dalam kurun waktu kurang dari satu tahun justru melemahkan kepercayaan terhadap niat baik Washington. Serangan-serangan tersebut, menurutnya, terjadi saat negosiasi sedang berlangsung, menandakan bahwa ancaman militer tetap menjadi alat tekanan, bukan sarana rekonsiliasi.
Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan kepentingan nasional dikorbankan demi tekanan asing. Ia menolak tuntutan untuk “menyerah secara total” sebagai syarat perundingan, menilai bahwa hal itu bertentangan dengan kedaulatan dan kehormatan bangsa. Namun, meski bersikap tegas dalam pertahanan, Teheran tetap menunjukkan komitmen terhadap jalur diplomatik, termasuk melalui perantara yang dapat membantu menciptakan ruang dialog.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Iran memegang prinsip keseimbangan antara kesiapan militer dan keinginan perdamaian. Dengan tetap menjaga keterbukaan terhadap negosiasi, Teheran menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada kepentingan nasional, bukan reaksi emosional terhadap ancaman. Tujuan akhir tetap pada penyelesaian damai, tetapi dengan prasyarat yang menghargai kedaulatan dan martabat negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

