Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri

Pemerintah memutuskan mengalihkan pasokan gas ekspor ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dengan respons langsung dari Perdana Menteri Singapura yang menekankan pentingnya komitmen kontrak dan diversifikasi energi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia resmi mengalihkan aliran gas bumi yang sebelumnya diekspor ke Singapura guna mendukung pasokan listrik domestik. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan energi dalam negeri, terutama di wilayah kepulauan seperti Batam dan Bintan. Langkah ini dilandasi pertimbangan kemanusiaan dan keberlanjutan, mengingat kebutuhan listrik dalam negeri terus meningkat, terutama di daerah yang bergantung pada pasokan gas dari sumber lokal.

Pengalihan pasokan dilakukan melalui dua jalur utama. Pertama, gas dari wilayah Natuna dikirimkan langsung ke PLN Batam melalui pipa WNTS-Pulau Pemping-Batam dengan kapasitas 15 juta standar kaki kubik per hari. Kedua, pasokan gas dari Sumatra yang sebelumnya digunakan untuk ekspor ke Singapura dikurangi sebesar 16 juta standar kaki kubik per hari melalui sistem pipa Transgasindo (TGI). Dengan pengalihan ini, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan energi nasional tanpa mengorbankan kewajiban kontrak secara sepihak.

Menanggapi kebijakan tersebut, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keprihatinan namun tetap menekankan pentingnya menghormati komitmen kontrak komersial yang telah disepakati. Ia menegaskan bahwa importir gas di Singapura akan menempuh langkah-langkah hukum dan operasional untuk melindungi kepentingan sesuai perjanjian. Wong juga menyoroti bahwa Singapura telah mempersiapkan diri menghadapi potensi gangguan pasokan dengan membangun infrastruktur LNG untuk mengimpor gas dari berbagai negara, mengurangi ketergantungan pada pipa dari Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Wong menekankan perlunya diversifikasi sumber energi untuk menjamin pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Ia menyebut pemerintah tengah mempertimbangkan potensi energi nuklir, meskipun mengakui adanya kekhawatiran dari masyarakat terkait risiko di negara kecil dan padat penduduk seperti Singapura. Namun, ia menegaskan bahwa setiap opsi akan dievaluasi secara cermat, melibatkan publik, dan didasarkan pada analisis risiko yang komprehensif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya