Asap Karhutla Samai Jarak Pandang di Danau Toba
Kualitas udara Danau Toba memburuk akibat asap dari kebakaran hutan di Sumatera Selatan, dengan jarak pandang menurun hingga 3 kilometer dan kategori tidak sehat pada malam hari.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kawasan Danau Toba, salah satu destinasi wisata andalan nasional, mengalami penurunan jarak pandang akibat asap tebal yang menyelimuti area pada Rabu (14/10). Polusi udara ini disebabkan oleh titik panas yang muncul di wilayah Sumatera bagian selatan, terbawa angin dari arah timur hingga tenggara. Pergerakan asap tersebut memengaruhi kondisi atmosfer di sekitar danau, menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi aktivitas luar ruangan maupun perjalanan wisata.
Berdasarkan data pengamatan pada hari sebelumnya, tercatat 2.253 titik panas di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel), diikuti oleh Jambi dengan 187 titik, Kepulauan Bangka Belitung 134 titik, dan Lampung 132 titik. Kondisi ini mengindikasikan tingginya aktivitas kebakaran lahan di kawasan tersebut. Jarak pandang di kawasan Danau Toba pada Rabu berkisar antara 1 hingga 3 kilometer, kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat perjalanan melintasi kawasan berbukit dan berkelok.
Kualitas udara di Danau Toba menunjukkan tren memburuk seiring berjalannya waktu. Pada pagi hingga siang hari, konsentrasi partikel halus PM2.5 berada dalam kategori sedang. Namun, sejak pukul 18.00 WIB, kualitas udara beralih ke kategori tidak sehat, dan pada malam hari pukul 22.00–23.00 WIB mencapai kategori sangat tidak sehat. Partikel PM2.5, yang ukurannya sangat kecil, dapat menembus paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada malam hari. Penggunaan masker wajib diterapkan untuk mengurangi paparan asap. Bagi pengunjung yang berencana berkunjung ke Danau Toba, penting untuk memantau kondisi cuaca dan kualitas udara secara berkala melalui saluran resmi BMKG. Jika muncul gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata dan tenggorokan, segera hindari paparan asap dan cari bantuan medis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

