Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asap Karhutla Samai Jarak Pandang di Danau Toba

Kualitas udara Danau Toba memburuk akibat asap dari kebakaran hutan di Sumatera Selatan, dengan jarak pandang menurun hingga 3 kilometer dan kategori tidak sehat pada malam hari.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
Asap Karhutla Samai Jarak Pandang di Danau Toba📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kawasan Danau Toba, salah satu destinasi wisata andalan nasional, mengalami penurunan jarak pandang akibat asap tebal yang menyelimuti area pada Rabu (14/10). Polusi udara ini disebabkan oleh titik panas yang muncul di wilayah Sumatera bagian selatan, terbawa angin dari arah timur hingga tenggara. Pergerakan asap tersebut memengaruhi kondisi atmosfer di sekitar danau, menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi aktivitas luar ruangan maupun perjalanan wisata.

Berdasarkan data pengamatan pada hari sebelumnya, tercatat 2.253 titik panas di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel), diikuti oleh Jambi dengan 187 titik, Kepulauan Bangka Belitung 134 titik, dan Lampung 132 titik. Kondisi ini mengindikasikan tingginya aktivitas kebakaran lahan di kawasan tersebut. Jarak pandang di kawasan Danau Toba pada Rabu berkisar antara 1 hingga 3 kilometer, kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat perjalanan melintasi kawasan berbukit dan berkelok.

Kualitas udara di Danau Toba menunjukkan tren memburuk seiring berjalannya waktu. Pada pagi hingga siang hari, konsentrasi partikel halus PM2.5 berada dalam kategori sedang. Namun, sejak pukul 18.00 WIB, kualitas udara beralih ke kategori tidak sehat, dan pada malam hari pukul 22.00–23.00 WIB mencapai kategori sangat tidak sehat. Partikel PM2.5, yang ukurannya sangat kecil, dapat menembus paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada malam hari. Penggunaan masker wajib diterapkan untuk mengurangi paparan asap. Bagi pengunjung yang berencana berkunjung ke Danau Toba, penting untuk memantau kondisi cuaca dan kualitas udara secara berkala melalui saluran resmi BMKG. Jika muncul gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata dan tenggorokan, segera hindari paparan asap dan cari bantuan medis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya