Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BNPB Percepat Penyaluran Bantuan Perbaikan Rumah dan Hunian Sementara di NTT

Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan perbaikan rumah dan pembangunan hunian sementara bagi korban gempa di tujuh kabupaten NTT, dengan target cairan dana pada Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BNPB Percepat Penyaluran Bantuan Perbaikan Rumah dan Hunian Sementara di NTT📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat proses penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa magnitudo 7,7 yang melanda tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Ngada, Sikka, dan Flores Timur. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur permukiman pasca-bencana, dengan fokus pada pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta distribusi Dana Tunggu Hunian (DTH) dan dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang.

Proses verifikasi data penerima dana stimulan rumah rusak ringan dan sedang kini telah mencapai tahap akhir, dengan sebagian besar telah diverifikasi. Kepala BNPB menegaskan bahwa dana tersebut harus segera dicairkan pada bulan Oktober 2026, guna mempercepat pemulihan kondisi perumahan. Warga yang rumahnya rusak ringan akan menerima bantuan sebesar Rp15 juta, sementara yang rumahnya rusak sedang mendapatkan Rp30 juta untuk perbaikan.

Untuk korban yang rumahnya rusak berat, pemerintah menyediakan skema hunian sementara yang akan diikuti dengan pembangunan hunian tetap. Bagi yang memilih tidak tinggal di huntara, diberikan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan. Proses pembangunan huntara dan huntap telah dimulai sejak awal, bahkan sejumlah unit huntara telah selesai dibangun secara penuh.

Pendistribusian dana dilakukan melalui rekening penerima, dengan 75 persen dana dapat dicairkan tunai, sedangkan sisanya hanya bisa ditarik setelah disertai bukti pembelian material perbaikan rumah. Kepala BNPB menegaskan bahwa dana tersebut hanya boleh digunakan untuk perbaikan rumah. Pemilik rumah juga diberi kebebasan memilih lokasi pembangunan hunian tetap, termasuk di atas tanah milik sendiri, sesuai skema in situ atau mandiri.

Berdasarkan data terkini per 27 September 2026, terdapat 44.767 unit rumah yang telah terverifikasi sebagai rusak ringan, sedang, atau berat di NTT. Target penerima Dana Tunggu Hunian (DTH) dan pembangunan huntara mencapai 4.008 orang, dengan estimasi total anggaran sebesar Rp136,27 miliar. Hingga 29 September 2026, sudah terbangun 124 unit huntara, 861 unit dalam proses pembangunan dengan progres di bawah 50 persen, 117 unit di atas 50 persen, dan 299 unit masih dalam tahap persiapan lahan, survei lokasi, serta pengiriman material.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi
Nasional

Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi

Film horor misteri *Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah* resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026, mengangkat kisah pembunuhan berantai di 1964 yang terkait erat dengan gejolak politik dan konflik ideologi.

2 Oktober 2026

Berita Lainnya