Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Fjord dan NAZA Hadir di Jakarta World Cinema 2026

Festival film Jakarta World Cinema 2026 menghadirkan 207 film dari 69 negara, termasuk karya pemenang Palme d'Or dan Golden Bear, dengan penayangan di Jakarta, Bandung, Malang, dan daring.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Fjord dan NAZA Hadir di Jakarta World Cinema 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Festival Film Jakarta World Cinema 2026 resmi mengumumkan line-up penayangan yang menampilkan karya-karya bergengsi dari berbagai ajang internasional. Pembukaan festival diwarnai oleh film *Fjord* karya Cristian Mungiu, pemenang Palme d'Or di Cannes 2026, yang menjadi simbol keberhasilan penyelenggaraan dalam menyajikan sinema kelas dunia di tanah air. Penutupan festival diisi oleh *Inherit*, karya baru sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun, yang sebelumnya meraih penghargaan khusus di Venice Film Festival.

Di tengah rangkaian pemutaran, festival juga menyelenggarakan penayangan eksklusif dokumenter *NAZA*, hasil kolaborasi Yuval Abraham dan Rachel Szor, yang meraih penghargaan di ajang internasional. Selain itu, JWC 2026 menghadirkan film-film pemenang penghargaan utama dari festival bergengsi, seperti *Woman Unknown* (Golden Lion Venice), *Minotaur* (Grand Prix Cannes), *All of a Sudden* (Hamaguchi Ryusuke), dan *The Debut* karya Jesse Eisenberg. Sementara itu, *Yellow Letters* karya Ilker Çatak, pemenang Golden Bear Berlinale, akan tayang secara daring melalui platform KlikFilm.

Secara keseluruhan, edisi 2026 menyuguhkan 207 judul film dari 69 negara, di mana 120 di antaranya telah meraih penghargaan di festival global. Dari jumlah tersebut, 96 film berasal dari Asia, 41 disutradarai oleh perempuan, dan 20 di antaranya merupakan film resmi yang dipilih sebagai perwakilan negaranya untuk nominasi Academy Awards ke-99. Kehadiran para kreator seperti penata kamera Fjord, Tudor Vladimir Panduru, dalam sesi masterclass menjadi bagian dari upaya festival untuk memperkuat ekosistem sinema lokal.

Direktur Festival Shandy Gasella menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai tonggak sejarah besar, mengingat konsentrasi karya pemenang penghargaan tertinggi dunia dalam satu edisi. Menurutnya, ini merupakan akses langka bagi penonton Indonesia untuk menyaksikan perkembangan terkini sinema global secara langsung. Frederica, Direktur Eksekutif JWC, menegaskan komitmen festival untuk menjembatani karya kelas dunia dengan audiens lokal dan memposisikan Jakarta sebagai pusat budaya penting di kawasan Asia Tenggara.

Penayangan utama berlangsung delapan hari di CGV Grand Indonesia, Jakarta, mulai 31 Oktober hingga 7 November 2026. Setelahnya, jaringan CGV Paris Van Java Bandung dan Cinépolis Malang Town Square menyelenggarakan penayangan paralel dari 14 hingga 21 November. Sementara itu, penayangan daring melalui KlikFilm tersedia mulai 31 Oktober hingga 21 November, memperluas akses bagi penonton di luar wilayah perkotaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi
Nasional

Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi

Film horor misteri *Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah* resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026, mengangkat kisah pembunuhan berantai di 1964 yang terkait erat dengan gejolak politik dan konflik ideologi.

2 Oktober 2026

Berita Lainnya