Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Brimob Siagakan 100 Personel Bantu Warga Terdampak Erupsi Sinabung

Satuan Brimob Polda Sumut turunkan 100 personel untuk dukung penanganan bencana akibat erupsi Sinabung yang tingkatkan status ke Siaga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Brimob Siagakan 100 Personel Bantu Warga Terdampak Erupsi Sinabung📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Satuan Brimob Polda Sumatera Utara mengerahkan 100 personel ke wilayah terdampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo sebagai bagian dari upaya penanganan darurat. Kehadiran pasukan tersebut bertujuan untuk mendukung evakuasi, menjamin keamanan, serta memberikan pelayanan langsung kepada warga yang terdampak peristiwa vulkanik. Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol M Rendra Salipu, menegaskan bahwa kehadiran personel bukan sekadar tugas operasional, tetapi bentuk komitmen nyata dalam menunjang ketahanan masyarakat di tengah bencana.

Kehadiran Brimob dipastikan berjalan dengan prinsip humanis dan keselamatan sebagai prioritas utama. Petugas diminta tetap waspada, menjaga koordinasi, serta menunjukkan sikap empati dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Selain itu, pihak berwenang juga mendirikan dapur lapangan guna menjamin pasokan makanan bagi warga yang terdampak, sementara kendaraan taktis disiagakan untuk mempercepat respons lapangan dan mobilitas tim.

Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada pukul 10.17 WIB menghasilkan kolom abu setinggi 3.500 meter dari puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut. Kolom tersebut teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur hingga tenggara. Aktivitas vulkanik ini merekam amplitudo maksimum sebesar 120 milimeter pada seismogram dan masih berlangsung saat laporan diterbitkan.

Berdasarkan Laporan Khusus Badan Geologi Nomor 1441.Lap/GL.03/BGL/2026, status aktivitas gunung naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai pukul 12.30 WIB. Kenaikan status ini menandai peningkatan risiko, termasuk kemungkinan erupsi lebih besar di masa depan. Pihak Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas gunung secara intensif.

Pemantauan dan kesiapsiagaan terus diperkuat, baik oleh aparat keamanan maupun instansi terkait lainnya. Tujuan utama tetap menjaga keselamatan warga, meminimalisasi dampak, serta memastikan masyarakat tidak merasa terabaikan dalam kondisi krisis. Kehadiran Brimob dianggap sebagai bentuk nyata dari sinergi antara institusi negara dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Direksi dan Komisaris MKNT Mundur Serentak
Nasional

Direksi dan Komisaris MKNT Mundur Serentak

Empat pejabat utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, termasuk dua komisaris dan dua direksi, mengundurkan diri secara bersamaan, menyusul kondisi pasar saham perusahaan yang stagnan di level Rp1.

14 September 2026

Berita Lainnya