Defisit APBN 2026 Dipertahankan di 2,85% PDB, Belanja Kuartal IV Naik
Pemerintah menegaskan defisit APBN 2026 tetap di level 2,85% dari PDB, dengan belanja kuartal IV diperkirakan mencapai Rp1.300 triliun, didukung efisiensi tanpa pemotongan program prioritas.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 86x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tetap menetapkan defisit anggaran tahun 2026 pada angka 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sejalan dengan proyeksi yang telah disampaikan sebelumnya kepada Badan Anggaran DPR. Penetapan ini menjadi acuan utama dalam pengelolaan keuangan negara hingga akhir tahun, dengan fokus pada konsistensi dan kredibilitas fiskal. Menteri Keuangan menegaskan bahwa target tersebut tidak berubah meskipun proses evaluasi anggaran terus dilakukan secara menyeluruh.
Belanja pemerintah pada kuartal IV 2026 direncanakan mencapai sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibanding realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.200 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi, terutama melalui peningkatan konsumsi, layanan publik, dan perlindungan sosial. Penyaluran bantuan pangan juga akan dimulai pada periode ini sebagai bagian dari strategi stabilisasi ekonomi.
Peningkatan belanja tidak diartikan sebagai pemborosan atau penghentian program, melainkan upaya optimalisasi efisiensi. Kementerian Keuangan terus melakukan telaah mendalam terhadap pelaksanaan anggaran guna memastikan pencapaian target program dengan alokasi dana yang lebih efektif. Salah satu contoh konkret adalah perubahan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan struktur manajemen baru yang lebih terukur dan responsif.
Perubahan sistematis dalam pengelolaan program seperti MBG menjadi bukti nyata bahwa efisiensi tidak harus dilakukan dengan pemangkasan, tetapi melalui perbaikan tata kelola dan peningkatan akuntabilitas. Menteri Keuangan menekankan bahwa tujuan utama adalah memastikan output yang diharapkan tercapai tanpa pemborosan, sambil tetap menjaga kredibilitas APBN dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

