Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

El Nino Mencatat Suhu Laut Tertinggi, Sebelum Puncaknya Tiba

El Nino menunjukkan intensitas luar biasa dengan suhu laut di Pasifik mencapai rekor 29,70 derajat Celsius, meski belum mencapai puncak pada Desember.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
El Nino Mencatat Suhu Laut Tertinggi, Sebelum Puncaknya Tiba📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Suhu permukaan laut di wilayah pemantauan El Nino, khususnya zona Nino3.4, telah mencapai 29,70 derajat Celsius pada bulan September, menjadi yang tertinggi dalam sejarah pencatatan. Fenomena ini terjadi sebelum El Nino mencapai puncaknya yang diperkirakan terjadi pada Desember mendatang, menandakan kekuatan luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam rentang pengamatan modern. Peningkatan suhu ini menjadi indikator utama dari perubahan iklim global yang semakin memburuk.

Perubahan suhu laut yang ekstrem ini diperkirakan akan memperparah pola cuaca ekstrem, seperti kemarau panjang di sejumlah wilayah dan banjir bandang di daerah lain. Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa suhu di area pemantauan telah melampaui normal hingga 4 derajat Celsius, menandai intensitas terkuat yang pernah tercatat. Data dari Layanan Perubahan Iklim Uni Eropa Copernicus menunjukkan bahwa kondisi ini terjadi meski belum memasuki fase puncak, mengindikasikan potensi dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Suhu rata-rata global pada bulan September mencapai 21,05 derajat Celsius, melampaui rekor sebelumnya di 2023 yang sebesar 20,92 derajat Celsius. Suhu udara permukaan rata-rata juga mencapai 16,27 derajat Celsius, atau 1,63 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata pra-industri (1850–1900). Ini menunjukkan bahwa dunia telah memasuki periode suhu tinggi yang berkelanjutan, dengan risiko terus meningkat seiring berlanjutnya El Nino dan pemanasan global.

Meskipun masih sulit memastikan apakah El Nino saat ini adalah yang paling kuat sepanjang sejarah karena pengaruh pemanasan global yang memengaruhi data historis, para ilmuwan menegaskan bahwa intensitasnya sangat tinggi dan berpotensi memicu rekor suhu global baru. Direktur Copernicus, Carlo Buontempo, menyatakan bahwa dunia telah memasuki fase baru di mana suhu di atas 1,5 derajat Celsius terus terjadi, dan kemungkinan besar akan berlanjut hingga 2027 jika tidak ada intervensi efektif.

Peningkatan suhu global yang diakselerasi oleh El Nino menekankan urgensi pengurangan emisi gas rumah kaca dari bahan bakar fosil. Meskipun El Nino adalah fenomena alam yang terjadi secara periodik, kekuatannya saat ini terasa lebih ekstrem karena dampak jangka panjang dari perubahan iklim. Tanpa langkah mitigasi yang signifikan, risiko krisis iklim semakin tinggi, termasuk kerentanan terhadap bencana alam dan gangguan ekosistem global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya