Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Empat Emiten Konglomerat Gelar Buyback Saat Saham Melemah

Empat emiten milik konglomerat melakukan buyback senilai total Rp3,5 triliun untuk menopang harga saham di tengah tekanan pasar akibat koreksi IHSG.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.46 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 88x dibuka
Empat Emiten Konglomerat Gelar Buyback Saat Saham Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Empat emiten milik konglomerat melakukan aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan total anggaran mencapai Rp3,5 triliun, menyusul koreksi signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level 4.907,37 pada Senin (19/10/2026). Aksi korporasi ini dilakukan secara bersamaan sebagai respons terhadap fluktuasi pasar yang dipicu oleh sentimen dari MSCI, dengan tujuan menjaga nilai fundamental saham dan memperkuat kepercayaan investor.

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mengalokasikan dana Rp1 triliun untuk buyback yang berlangsung hingga 31 Desember 2026, melalui PT Sucor Sekuritas. Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun untuk membeli saham hingga 800 juta lembar, dengan rentang harga Rp1.250 hingga Rp3.000 per saham, dalam periode tiga bulan mulai 20 Oktober hingga 19 Januari 2027, dengan PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai perantara.

Perusahaan lain yang turut menjalankan buyback adalah PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dengan alokasi dana Rp1 triliun, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang menyiapkan anggaran Rp500 miliar. Di sisi lain, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), milik Sinarmas Grup, juga menggelar buyback hingga Rp1 triliun, berlangsung dari 19 Oktober hingga 18 Januari 2027, dengan biaya transaksi diperkirakan 0,20 persen dari nilai pembelian.

Meski sejumlah saham mengalami penurunan tajam—TPIA turun 6,64% ke Rp1.125, CUAN melemah 6,48% ke Rp505, BRPT terkoreksi 1,24% ke Rp1.195, dan BREN turun 1,08% ke Rp1.835—saham DSSA justru menguat 2,10% ke level Rp730. Aksi buyback ini dilakukan tanpa perlu persetujuan RUPS terlebih dahulu, sesuai aturan yang memungkinkan perusahaan terbuka membeli saham sendiri dari kas internal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya