Amran Ungguli Jajaran Menteri, Juli Antoni Paling Dikritik
Survei IPO menempatkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai pejabat paling dinilai bekerja baik, sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjadi yang paling banyak dikritik oleh publik.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Survei terbaru yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapatkan respons positif tertinggi dari publik, dengan 33 persen responden menyebutnya sebagai menteri yang bekerja paling baik. Angka ini melampaui rekan-rekan kabinet lainnya, termasuk Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono yang meraih 25,2 persen dan Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Pangan dengan 24,5 persen. Kinerja Amran Sulaiman dinilai mampu menarik perhatian luas, menunjukkan efektivitas dalam menjalankan tugas strategis di sektor pertanian.
Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjadi sorotan negatif dengan 36,6 persen responden menyebutnya sebagai pejabat yang paling buruk dalam bekerja. Jumlah ini jauh melampaui peringkat kedua, yakni Menteri HAM Natalius Pigai yang mendapat 21,8 persen. Penilaian negatif terhadap Juli Antoni mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap kinerja sektor kehutanan, khususnya terkait kebijakan dan pengelolaan sumber daya alam. Sejumlah menteri lain juga masuk dalam kategori rendah, seperti Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, yang masing-masing mendapat 9,4 persen dan 8,3 persen.
Tingkat pengenalan publik terhadap para menteri juga menjadi fokus survei. Hasilnya, Menteri Transmigrasi Iftitah Suryanegara menjadi yang paling tidak dikenal, dengan 82,5 persen responden menyatakan jarang atau tidak pernah mendengar namanya. Di posisi berikutnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiry mencatat 79,2 persen, disusul Menteri PANRB Rini Widyantini dengan 63,4 persen. Angka ini menunjukkan adanya kesenjangan antara peran strategis dan eksistensi publik di sejumlah kementerian.
Survei dilakukan secara daring terhadap 1.200 responden dari berbagai wilayah di Indonesia, menggunakan metode multistage random sampling pada periode 12 hingga 20 Oktober 2026. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen, hasil ini dianggap representatif untuk menggambarkan persepsi publik terhadap kinerja menteri. Sekitar 32,5 persen responden memilih "tidak tahu" saat ditanya menteri mana yang bekerja paling buruk, sementara 36,1 persen tidak mengenal sejumlah menteri secara langsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

