BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Bank Indonesia menyiapkan sektor baru sebagai penerima insentif kredit melalui KLM, dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja dan penyaluran kredit yang lebih inklusif.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia tengah menyiapkan perluasan cakupan insentif kredit melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan menargetkan sektor-sektor yang belum maksimal dimanfaatkan. Evaluasi ini dilakukan menyusul hampir penuhnya pemanfaatan insentif oleh sektor pertanian, industri, dan hilirisasi, yang kini dinilai sudah mencapai tingkat kematangan tertentu dalam penyerapan dana.
Pertimbangan utama dalam menentukan sektor baru adalah potensi kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Mal Isnaini Sri Meyyanti, menegaskan bahwa kebijakan ini tetap berlandaskan prinsip makroprudensial yang akomodatif, namun tetap menjaga stabilitas sistem keuangan melalui pengelolaan likuiditas dan kualitas kredit yang baik.
Pertumbuhan kredit perbankan pada September 2026 mencapai 13,26 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga yang sebesar 8,22 persen. Kesenjangan ini menunjukkan tekanan terhadap likuiditas perbankan, sehingga diperlukan mekanisme insentif yang lebih tepat sasaran agar penyaluran kredit tidak mengganggu kesehatan sistem keuangan.
BI akan menerapkan pendekatan forward looking, di mana bank wajib menyampaikan komitmen penyaluran kredit ke sektor tertentu sebelum mendapatkan insentif. Pendekatan ini dimaksudkan agar insentif benar-benar berdampak pada penyaluran kredit ke sektor ekonomi yang membutuhkan, bukan hanya sebagai tambahan likuiditas semata. Skema ini juga memungkinkan alokasi insentif dialihkan dari sektor yang sudah mapan ke sektor yang masih membutuhkan dukungan pembiayaan lebih besar.
KLM tetap dibatasi maksimal 5 persen dari dana pihak ketiga, dengan insentif terbesar di channel pembiayaan sebesar 3 persen dan pendalaman pasar uang 2 persen. Kebijakan ini berlaku efektif mulai 1 Desember 2026, dengan tetap disertai rambu-rambu untuk menjaga keseimbangan antara stimulasi ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Tujuan akhirnya adalah memastikan alokasi kredit berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

