Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM

Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya percepatan implementasi bahan bakar minyak campuran etanol 50 persen (E50) sebagai solusi jangka panjang terhadap ketergantungan impor Pertalite dan Pertamax. Ia menilai program ini dapat diwujudkan dalam lima tahun ke depan jika seluruh komponen industri dan pertanian dipersiapkan secara matang.

Proses penerapan E50 akan dilakukan secara bertahap, mulai dari E10 hingga mencapai target akhir E50. Langkah ini didukung oleh ketersediaan lahan yang masih luas di berbagai wilayah Indonesia untuk menanam komoditas bahan baku utama seperti singkong, jagung, dan tebu. Bahlil menekankan bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan, sehingga menjadi peluang besar bagi transformasi energi nasional.

Ia menyampaikan harapan agar program E50 mampu meniru kesuksesan program B50, yang telah berhasil mengintegrasikan biodiesel berbasis CPO ke dalam sistem energi nasional. Dengan model serupa, etanol dari bahan lokal diharapkan bisa menjadi pengganti bensin secara bertahap. Pertamina akan menjadi pembeli utama atau offtaker seluruh produksi etanol, yang akan diterapkan secara wajib (mandatory) oleh pemerintah.

Pemerintah daerah diminta memanfaatkan lahan tidur untuk pengembangan tanaman bahan baku etanol, terutama di wilayah seperti Karawang. Langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga menciptakan kawasan ekonomi baru yang berkelanjutan. Dengan adanya komitmen dari sektor industri dan pertanian, program ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya