TOBA Raih Pendanaan Rp7,84 T untuk Perluas Bisnis Limbah
Emiten terafiliasi Luhut, TOBA, mengeksekusi pendanaan hingga Rp7,84 triliun untuk pengembangan bisnis limbah dan akuisisi, dengan rencana disetujui RUPSLB 27 November 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) resmi mengumumkan rencana perolehan komitmen pendanaan sebesar SGD555 juta atau setara Rp7,84 triliun dari empat entitas investor asing. Pendanaan ini akan dilakukan melalui penerbitan saham preferen yang dapat ditebus dan synthetic warrants, dengan pembagian alokasi terdiri dari investasi awal sebesar SGD125 juta (Rp1,76 triliun), primary tranche hingga SGD130 juta (Rp1,83 triliun), serta incremental primary tranche maksimal SGD300 juta (Rp4,24 triliun).
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi lini bisnis pengelolaan limbah, kebutuhan belanja modal, modal kerja, serta akuisisi aset strategis. Transaksi ini tidak mengubah struktur kepemilikan atau pengendalian TOBA atas entitas anaknya, SBTH Asia Holdings Pte Ltd, karena saham preferen yang diterbitkan tidak memberikan hak suara. Nilai transaksi mencapai 227% dari total ekuitas TOBA, menunjukkan komitmen kuat dalam transformasi korporasi.
Perubahan arah bisnis TOBA dari basis batu bara ke model bisnis yang lebih beragam telah menunjukkan hasil signifikan. Sektor pengelolaan limbah kini menjadi tulang punggung pendapatan, menyumbang 60% dari total pendapatan konsolidasi dan 93% dari EBITDA disesuaikan. Peningkatan kinerja terlihat dari lonjakan pendapatan segmen ini sebesar 447,69% secara tahunan, melonjak dari US$9,4 juta di kuartal pertama 2025 menjadi US$51,9 juta pada kuartal pertama 2026.
Rencana pendanaan ini masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 November 2026. Keputusan akhir akan menentukan tahap lanjutan eksekusi dan penyaluran dana. Dengan dukungan pendanaan ini, TOBA bertekad memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam sektor pengelolaan limbah di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

