OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun strategi sistemik untuk menghindari kondisi rekening pasif atau dormant dalam program Satu Orang Satu Rekening dengan setoran awal Rp50.000. Langkah ini diprioritaskan guna mencegah penyalahgunaan rekening oleh oknum yang memanfaatkan akun yang tidak terawat untuk aktivitas ilegal, seperti pinjaman online tanpa izin dan perjudian daring. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus memperkuat inklusi keuangan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan terhadap pemilik rekening, terutama kalangan pelajar. Ia menyoroti bahwa sekitar 88% pelajar di Tanah Air telah memiliki rekening tabungan, namun tantangan utama kini adalah menjaga agar rekening tersebut tetap aktif digunakan. Untuk itu, OJK memperluas program Simpanan Pelajar (SimPel) dengan pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan usia nasabah.
Transisi dari SimPel ke Simpanan Pemuda (SiMuda) menjadi salah satu pilar utama dalam program ini. Friderica menjelaskan bahwa SiMuda dirancang sebagai jembatan untuk membentuk kebiasaan keuangan sejak dini, termasuk menabung untuk investasi reksa dana atau persiapan pembelian aset seperti properti. Tujuannya adalah agar tabungan mampu mendampingi generasi muda sejak masa sekolah hingga memasuki usia dewasa tanpa terabaikan.
Program ini didukung anggaran sebesar Rp1,28 triliun dari pemerintah, yang menanggung setoran awal Rp50.000 untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Target penerima adalah sekitar 25 juta warga berusia di atas 17 tahun dari desil 1 hingga 4. Pendataan dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan bank syariah berdasarkan integrasi data kependudukan, kesejahteraan sosial, dan informasi dari BPS serta LPS. Dengan skema ini, akses ke layanan keuangan diperluas tanpa beban finansial awal.
Dalam konteks yang lebih luas, program ini diharapkan mampu menaikkan tingkat inklusi keuangan nasional dari 93% menjadi mendekati 99%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap arahan Presiden untuk memperkuat akses keuangan yang inklusif. Dengan rekening aktif dan terkelola dengan baik, masyarakat tidak hanya terlindungi dari risiko kejahatan keuangan, tetapi juga terbuka peluang untuk berkembang secara ekonomi jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

Program Satu Orang Satu Rekening Siap Diluncurkan 2026
Pemerintah menyiapkan regulasi untuk program rekening gratis bagi warga usia 17 tahun ke atas dari desil satu hingga empat, dengan target mulai berjalan November atau Desember 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

