Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?

Suhu penyajian kopi tidak menentukan manfaat kesehatannya, namun metode penyeduhan dan jenis biji berdampak pada kandungan kafein dan antioksidan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Penggemar kopi di Indonesia dan dunia terus berdebat soal preferensi penyajian—panas atau dingin. Namun, dari sisi kesehatan, suhu minuman ini tidak menjadi penentu utama manfaatnya. Faktor yang lebih berpengaruh adalah metode penyeduhan, tingkat sangrai biji, dan jenis kopi yang digunakan. Kedua bentuk penyajian tetap menyimpan khasiat seperti penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, serta peningkatan fungsi kognitif.

Perbedaan kandungan kafein antara kopi panas dan es kopi sejatinya ditentukan oleh proses penyajian, bukan suhu akhir minuman. Kopi es yang diseduh dengan air panas lalu didinginkan dengan es batu cenderung mengalami pengenceran, sehingga kadar kafeinnya lebih rendah dibandingkan kopi panas yang disajikan langsung. Cold brew, yang dibuat dengan perendaman bubuk kopi dalam air dingin selama 12 jam, juga menunjukkan profil kafein berbeda, tergantung pada durasi dan suhu proses.

Kopi dengan biji yang disangrai ringan atau sedang umumnya memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibandingkan sangrai gelap. Selain itu, kopi robusta mengandung kafein dua kali lebih banyak dibandingkan arabika. Sementara itu, suhu air saat penyeduhan memengaruhi pelepasan antioksidan seperti kuersetin dan flavonoid. Air panas lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa antioksidan dari bubuk kopi dibandingkan air dingin.

Meski demikian, perbedaan kadar antioksidan antara kopi panas dan dingin tidak terlalu mencolok secara klinis. Faktor seperti lama penyeduhan, kondisi tanah tempat kopi ditanam, serta tingkat kehalusan bubuk juga turut menentukan kualitas antioksidan. Oleh karena itu, baik kopi panas maupun es tetap menjadi sumber antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, otak, dan sistem imun.

Kesimpulannya, pilihan antara kopi panas atau dingin lebih pada preferensi pribadi dan konteks konsumsi, bukan keunggulan kesehatan. Yang lebih penting adalah memperhatikan metode penyeduhan, jenis biji, dan takaran konsumsi agar manfaat kopi tetap optimal tanpa risiko berlebihan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya