Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyiapkan 66 unit hunian tetap (huntap) bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Lhokseumawe, Aceh, sebagai langkah strategis dalam pemulihan hunian pasca-bencana yang terjadi pada 25 November 2025. Pembangunan dilaksanakan di dua lokasi utama: 56 unit di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, dan 10 unit di Gampong Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua. Lokasi dipilih setelah melalui evaluasi kelayakan oleh Badan Geologi Pusat, memastikan tidak berisiko terhadap bencana lanjutan.
Lahan di Padang Sakti yang digunakan mencapai sekitar empat hektare, memungkinkan penataan hunian sesuai kebutuhan dan kondisi geografis. Seluruh unit dirancang dengan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan, termasuk elevasi bangunan yang lebih tinggi dari jalan lingkungan untuk menghindari genangan air. Desain hunian tipe 36 dilengkapi penyesuaian struktural seperti sistem bertingkat dan penimbunan tanah untuk menangani perbedaan ketinggian lahan secara efektif.
Proyek yang dikelola oleh PT Sarjis Agung Indra Jaya telah berjalan selama hampir sebulan, dengan progres sekitar tujuh persen. Manajer proyek, Syahril, menyatakan target penyelesaian seluruh unit pada Desember 2026, dengan kemungkinan penyelesaian lebih awal di pertengahan bulan. Pembangunan menggunakan sistem panel yang diproduksi di Binjai, Sumatera Utara, sebelum dikirim ke lokasi, mempercepat proses pemasangan.
Keterlibatan tenaga kerja lokal sangat signifikan, dengan sekitar 85 persen pekerja berasal dari masyarakat setempat. Saat ini terdapat tiga tim kerja di Padang Sakti dengan sekitar 30 pekerja, yang akan ditingkatkan sesuai kebutuhan. Untuk menghormati adat setempat yang melarang aktivitas kerja pada hari Jumat, pekerjaan dilanjutkan secara malam hari tanpa mengurangi jam kerja siang, sehingga tetap menjaga kecepatan progres.
Pembangunan huntap ini diharapkan tidak hanya menyediakan tempat tinggal layak dan aman, tetapi juga mendorong pemulihan sosial-ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, keberadaan hunian tetap diharapkan menjadi fondasi stabil bagi kehidupan warga yang terdampak, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

