Laboratorium Sabu Terbesar di RI Dibongkar di Aceh
Operasi gabungan berhasil menggagalkan produksi narkotika hingga 1,2 ton di Aceh, menangkap dua warga Tiongkok dan sejumlah tersangka lokal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penyelidikan intensif terhadap jaringan narkotika asal Tiongkok berakhir dengan pengungkapan laboratorium ilegal terbesar di Indonesia, ditemukan di wilayah Pidie, Aceh. Operasi yang dilakukan pada 22 Oktober 2026 menggagalkan rencana produksi besar-besaran, dengan total barang bukti mencapai sekitar 1,2 ton bruto, terdiri atas sabu cair dan kristal. Pengungkapan ini berawal dari pemantauan aliran metamfetamin cair sejak Februari 2026, yang berasal dari Myanmar utara melalui jalur lintas negara menuju Banda Aceh.
Dua warga negara Tiongkok, LJ (45) dan XM (42), diduga menjadi otak utama pembuatan narkotika. Keduanya sempat melakukan survei lapangan di Aceh pada Mei 2026, setelah tiba dari Kunming, China, melalui transit di Malaysia. Mereka menginap selama 10 hari di Banda Aceh sebelum kembali ke Malaysia. Pengamatan terhadap pergerakan mereka kemudian dilanjutkan hingga akhir Juli, saat pengiriman tahap kedua berupa metamfetamin cair yang diperkirakan mencapai hampir satu ton, disamarkan dalam kemasan kaleng hijau merek Itanpro untuk mengelabui petugas.
Pada Oktober 2026, pergerakan tersangka kembali terpantau. LJ dan XM kembali tiba di Malaysia, kemudian bertemu dengan seorang warga Indonesia berinisial B di Kuala Lumpur. Setelah berkoordinasi, rombongan bergerak menuju Aceh, dengan mobil Innova hitam menjemput mereka di Bandara Banda Aceh. Mereka kemudian bergerak menuju sebuah ruko di Jenep, Pidie, tempat berlangsungnya aktivitas produksi. Mobil Fortuner dan Honda Jazz putih turut terlibat dalam pengangkutan logistik, termasuk koper dan kotak yang diduga berisi bahan baku.
Tim gabungan menindaklanjuti informasi dengan melakukan penggerebekan pada 22 Oktober 2026 di lima lokasi berbeda, termasuk Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe. Di ruko jalan Dayah Tanoh, petugas menangkap LJ dan sejumlah tersangka lain, serta mengamankan 20 drum berisi sabu cair dan sekitar 500 kilogram sabu kristal. Total volume narkotika yang disita mencapai 1,2 ton bruto, menandai penangkapan terbesar dalam sejarah penegakan hukum narkoba di Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Orang Tua Diduga WNI Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak di Lift Hotel Malaysia
Video rekaman CCTV yang menampilkan kekerasan terhadap anak di lift hotel Malaysia viral, diduga melibatkan orang tua berkebangsaan Indonesia yang sedang berlibur.
24 Oktober 2026
1,16 Ton Ketamine Disita, Nilai Rp3,48 Triliun di Perairan Belawan
Penyitaan 1,16 ton ketamine dari kapal tanker di Belawan mencapai nilai ekonomi Rp3,48 triliun dan mencegah kerugian rehabilitasi hingga Rp116 triliun.
24 Oktober 2026

Sumut Tertinggi Pengguna Narkoba Lima Tahun Berturut-Turut
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa wilayahnya telah lima tahun berurutan menjadi daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di nasional, dan menekankan pentingnya kolaborasi untuk menekan peredaran melalui tindakan tegas dan pencegahan bersama.
24 Oktober 2026

Pria Bangkalan Diduga Tipu Belasan Korban dengan Klaim Jadi Imam Mahdi
Seorang pria asal Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan atas dugaan penipuan dan pemerasan berkedok agama dengan kerugian mencapai Rp1,3 miliar melalui modus pengklaiman diri sebagai Imam Mahdi dan ancaman kematian berdasarkan "prediksi" umur.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

