Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Inflasi inti Jepang, yang mengecualikan harga pangan segar, melonjak menjadi 2,1% secara tahunan pada bulan September 2026, menandai kenaikan dari level 1,7% bulan sebelumnya dan melebihi perkiraan pasar. Angka ini mencerminkan tekanan harga yang terus berlanjut meskipun harga beras mengalami penurunan signifikan sebesar 20,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi berasal dari komponen lain di luar pangan utama.
Indikator inflasi yang lebih ketat—yang tidak memasukkan pangan segar dan energi—justru mencatat angka 2,4%, menjadi perhatian utama bagi Bank of Japan (BOJ) dalam menilai keberlanjutan tekanan harga mendasar. Kenaikan ini terjadi di tengah melambatnya kenaikan harga pangan dan deflasi harga energi, menunjukkan bahwa tekanan inflasi berasal dari sektor lain, termasuk produksi industri yang mengalami kenaikan harga hingga 3,9%—level tertinggi dalam 13 bulan terakhir.
Kenaikan harga barang tahan lama dan kenaikan tarif utilitas publik turut berkontribusi terhadap penguatan inflasi. Inflasi jasa, yang sebelumnya berada di 1,2%, naik menjadi 1,5%. Dengan inflasi yang kembali di atas target 2% yang ditetapkan BOJ, peluang bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga pada Desember 2026 semakin kuat. Sebelumnya, BOJ telah menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,25% pada September, level tertinggi dalam tiga dekade.
Faktor eksternal seperti pelemahan yen yang membuat impor lebih mahal juga menjadi pemicu inflasi, terutama karena Jepang meningkatkan impor minyak dari Amerika Serikat dan mengubah sumber pasokan dari Timur Tengah akibat ketegangan regional. Meski harga energi konsumen turun 0,6% pada September, hal ini sebagian terbantu oleh subsidi yang diberikan pemerintah di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan bahwa Jepang kini berada di ambang era inflasi berkelanjutan yang didorong kenaikan upah, meski biaya impor tetap menjadi faktor pendorong harga.
Untuk meredam beban masyarakat, parlemen Jepang sedang membahas rancangan kebijakan pemangkasan pajak konsumsi pada bahan pangan dari 8% menjadi 1% selama dua tahun. Rancangan ini juga mencakup mekanisme bantuan bagi pekerja berdasarkan pendapatan. Meski diharapkan bisa menopang daya beli, kebijakan ini tidak menyelesaikan akar permasalahan inflasi. Di pasar keuangan, Nikkei 225 melemah 1,6% sementara yen menguat ke level 156,15 per dolar AS, mencerminkan ketegangan antara kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Menko Perekonomian menegaskan bahwa keputusan MSCI bukan satu-satunya penentu kredibilitas pasar modal Indonesia, sekaligus menekankan kinerja fundamental yang kuat dan stabilitas pasar dalam tiga hari terakhir.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Indonesia Diminta Respons Kritik MSCI dengan Strategi, Bukan Emosi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.35 WITA

