Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Pemerintah mengalihkan pasokan gas bumi dari ekspor ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari guna memenuhi kebutuhan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra, sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi menurunkan pasokan gas bumi ke Singapura mulai Sabtu (24/10), dengan pengalihan volume mencapai 31 juta standar kaki kubik per hari. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan energi dalam negeri yang semakin mendesak, terutama untuk menunjang pasokan listrik di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra. Alih-alih diekspor, gas yang sebelumnya ditujukan untuk pasar Singapura kini dialihkan ke sistem kelistrikan domestik melalui dua jalur pipa utama.
Pengalihan dilakukan melalui dua skema utama. Pertama, sebesar 15 juta standar kaki kubik per hari dari blok Natuna dialirkan ke PLN Batam melalui jalur pipa WNTS-Pulau Pemping-Batam. Kedua, pasokan gas dari Sumatra yang sebelumnya diekspor ke Singapura melalui pipa Transgasindo (TGI) dikurangi sebesar 16 juta standar kaki kubik per hari, dengan alokasi yang sama untuk mendukung kelistrikan di wilayah tersebut. Kedua langkah ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi sumber daya energi dalam negeri.
Kebijakan tersebut didasarkan pada Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang menegaskan prioritas pemanfaatan gas untuk kebutuhan dalam negeri. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa penyesuaian pasokan hanya berlaku untuk Singapura, karena ketergantungan jaringan pipa yang hanya menghubungkan Indonesia ke negara tersebut. “Enggak ada (pemangkasan ke negara lain), pipanya kan ke Singapura saja,” tegasnya dalam acara di Jakarta.
Langkah ini merupakan respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga jika hal itu mengancam ketersediaan energi domestik. “Kita harus survival, dan semua kementerian harus menjalankan arahan Presiden dalam konteks ini,” ujarnya.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasokan dan konsumsi energi secara harian untuk memastikan stabilitas pasokan listrik. Dengan kebijakan ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjadikan kemandirian energi sebagai prioritas utama, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dan ketahanan nasional di tengah tantangan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Indonesia Diminta Respons Kritik MSCI dengan Strategi, Bukan Emosi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.35 WITA

