Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Presiden Prabowo berencana menyalurkan dana Rp400 triliun tahun depan kepada petani, nelayan, dan masyarakat pedesaan untuk tingkatkan daya beli dan literasi keuangan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penyaluran dana sebesar Rp400 triliun pada tahun depan khusus untuk petani, nelayan, serta warga di daerah pedesaan dan tertinggal. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat daya belanja masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan di tingkat bawah. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, menjelaskan bahwa tujuan utama kebijakan tersebut adalah menciptakan budaya menabung dan pengelolaan keuangan yang lebih baik di kalangan masyarakat produktif di wilayah terpencil.
Dana tersebut akan menjadi pelengkap dari berbagai program pembiayaan yang telah berjalan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang hingga 20 Oktober telah menyerap Rp257,84 triliun atau 87 persen dari total alokasi. Dengan jangkauan hingga 4 juta debitur, program ini telah membantu mendorong produktivitas ekonomi mikro. Airlangga menegaskan bahwa alokasi Rp400 triliun bisa disalurkan melalui skema baru atau diintegrasikan ke dalam program yang sudah ada, termasuk KUR, tergantung pada evaluasi teknis dan kebutuhan sektoral.
Pernyataan Prabowo disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran. Ia menekankan bahwa peningkatan volume pembiayaan dan bantuan keuangan merupakan bentuk kelanjutan dari pencapaian positif yang telah diraih selama ini. Ia menyebut bahwa penyaluran kredit sebesar Rp53 triliun telah menjangkau sekitar dua juta warga, yang menjadi indikator penting dari efektivitas program akses keuangan daerah.
Keputusan ini diharapkan mampu memperluas akses keuangan di sektor produktif di tingkat akar rumput, terutama di wilayah yang sebelumnya terkendala akses perbankan dan pembiayaan. Dengan pendekatan terpadu, pemerintah bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, di mana masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara mandiri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Indonesia Diminta Respons Kritik MSCI dengan Strategi, Bukan Emosi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.35 WITA

