Sinergi Pemprov dan Polda Jatim Dorong Iklim Investasi Stabil
Kolaborasi intens antara Gubernur Jawa Timur dan Kapolda memperkuat stabilitas sosial demi menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 26x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kerja sama strategis antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menjaga iklim investasi yang kondusif di wilayah tersebut. Dalam pertemuan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, ia menekankan bahwa stabilitas keamanan dan kepastian hukum menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi. Kedua pihak berkomitmen untuk memastikan bahwa dunia usaha merasa aman dan terlindungi dalam menjalankan kegiatan ekonominya.
Khofifah menyoroti bahwa iklim usaha yang sehat tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan peluang pasar, tetapi juga pada kualitas tata kelola, penegakan hukum yang konsisten, serta hubungan harmonis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan menjaga keseimbangan tersebut, diharapkan investasi dapat tumbuh secara berkelanjutan, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat secara luas.
Pendekatan dialogis menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas sosial. Khofifah menekankan perlunya komunikasi terbuka dan berkelanjutan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh dan mahasiswa. Ia menilai bahwa ruang dialog yang terbuka dapat mencegah permasalahan kecil berkembang menjadi ketegangan sosial. Dengan menghargai hak menyampaikan aspirasi, pemerintah dan kepolisian diharapkan mampu menangani isu secara konstruktif sesuai aturan hukum yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keadilan sosial atau ruang partisipasi publik. Sinergi yang kuat antara Pemprov Jatim dan Polda Jatim diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan hak masyarakat, dan keharmonisan sosial. Dengan pendekatan ini, Jawa Timur diharapkan tetap menjadi salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Orang Tua Diduga WNI Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak di Lift Hotel Malaysia
Video rekaman CCTV yang menampilkan kekerasan terhadap anak di lift hotel Malaysia viral, diduga melibatkan orang tua berkebangsaan Indonesia yang sedang berlibur.
24 Oktober 2026
1,16 Ton Ketamine Disita, Nilai Rp3,48 Triliun di Perairan Belawan
Penyitaan 1,16 ton ketamine dari kapal tanker di Belawan mencapai nilai ekonomi Rp3,48 triliun dan mencegah kerugian rehabilitasi hingga Rp116 triliun.
24 Oktober 2026

Sumut Tertinggi Pengguna Narkoba Lima Tahun Berturut-Turut
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa wilayahnya telah lima tahun berurutan menjadi daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di nasional, dan menekankan pentingnya kolaborasi untuk menekan peredaran melalui tindakan tegas dan pencegahan bersama.
24 Oktober 2026

Pria Bangkalan Diduga Tipu Belasan Korban dengan Klaim Jadi Imam Mahdi
Seorang pria asal Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan atas dugaan penipuan dan pemerasan berkedok agama dengan kerugian mencapai Rp1,3 miliar melalui modus pengklaiman diri sebagai Imam Mahdi dan ancaman kematian berdasarkan "prediksi" umur.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

