Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Orang Tua Diduga WNI Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak di Lift Hotel Malaysia

Video rekaman CCTV yang menampilkan kekerasan terhadap anak di lift hotel Malaysia viral, diduga melibatkan orang tua berkebangsaan Indonesia yang sedang berlibur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Orang Tua Diduga WNI Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak di Lift Hotel Malaysia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial menampilkan insiden kekerasan terhadap anak di dalam lift sebuah hotel di Malaysia. Dalam video yang diunggah oleh media lokal, tampak seorang laki-laki berkaus krem menendang stroller yang diduduki seorang anak berkaus hitam, disusul tindakan serupa oleh perempuan berjilbab dan baju merah muda yang mendorong stroller hingga anak tersebut terjatuh. Aksi tersebut terjadi dalam konteks perselisihan atas penggunaan stroller, dengan anak berkaus hitam yang lebih kecil ingin duduk, sementara anak lain yang lebih besar telah mendahului.

Perempuan berjilbab kemudian menarik anak berkaus hitam dari stroller dan menyembunyikannya saat ada orang lain memasuki lift, lalu anak yang lebih kecil, mengenakan kaus bergaris, langsung duduk di tempat tersebut. Suara latar belakang dalam rekaman menggunakan bahasa Melayu, yang diduga berasal dari seseorang yang menyaksikan kejadian secara langsung melalui sistem CCTV. Namun, identitas hotel, respons manajemen, serta kondisi kesehatan anak-anak setelah kejadian belum dikonfirmasi secara resmi.

Insiden ini memicu reaksi keras dari publik, baik di Malaysia maupun Indonesia. Banyak netizen yang mengecam tindakan orang tua tersebut, menilai kekerasan terhadap anak tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Beberapa menyatakan bahwa ketidaksiapan dalam merawat anak dapat berdampak serius pada kesejahteraan anak, dan menyarankan agar individu yang belum siap menjadi orang tua menunda kehamilan.

Dugaan bahwa pelaku adalah warga negara Indonesia yang sedang berlibur ke Malaysia muncul dari analisis bahasa, gaya berpakaian, serta konteks sosial yang dianggap khas. Namun, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari otoritas Indonesia atau pihak berwenang di Malaysia yang mengonfirmasi identitas pelaku atau status hukum kasus ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya