Sumut Tertinggi Pengguna Narkoba Lima Tahun Berturut-Turut
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa wilayahnya telah lima tahun berurutan menjadi daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di nasional, dan menekankan pentingnya kolaborasi untuk menekan peredaran melalui tindakan tegas dan pencegahan bersama.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara terbuka menyampaikan kondisi kritis terkait peredaran narkoba di wilayahnya saat menghadiri konferensi pers bersama Kapolri di Medan. Ia menegaskan bahwa Sumut telah menduduki posisi teratas sebagai provinsi dengan jumlah penyalahgunaan narkoba terbesar secara nasional selama lima tahun berturut-turut. Pernyataan itu disampaikan dalam acara pengungkapan 1,16 ton narkotika jenis ketamine di perairan Selat Malaka, yang diikuti dengan deklarasi bersama masyarakat Sumut untuk menolak narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan.
Bobby menyampaikan harapannya agar Sumut tidak hanya turun dari posisi pertama, tetapi bisa menjadi daerah dengan tingkat penyalahgunaan terendah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa cita-cita tersebut sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana keberhasilan dalam pemberantasan narkoba menjadi fondasi utama. Ia mengingatkan bahwa tindakan tegas perlu diambil, terutama terhadap pelaku yang mengancam keselamatan publik, seperti pengguna narkoba yang beraksi di jalanan atau terlibat kejahatan.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga mengungkapkan pengalaman saat menjabat Wali Kota Medan, di mana ia sempat menyarankan tindakan tegas terhadap pelaku narkoba yang melakukan tindak pidana di ruang publik, termasuk ancaman tembak di tempat. Meski pernyataan tersebut sempat menimbulkan kontroversi, ia menegaskan bahwa sikap tegas itu muncul dari kekecewaan atas maraknya narkoba yang mengancam keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti Belawan sebagai salah satu titik kritis dengan tingkat peredaran narkoba yang tinggi, serta menjadi lokasi strategis bagi penyelundupan.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merespons dengan menekankan bahwa meskipun Sumut berada di posisi teratas, hal tersebut juga menunjukkan efektivitas pengungkapan yang tinggi. Ia menekankan pentingnya langkah preventif, penguatan sinergi antarinstansi, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pemberantasan narkoba. Menurutnya, penanganan kejahatan transnasional, khususnya penyelundupan melalui jalur laut, memerlukan kerja sama yang komprehensif dan terus-menerus.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Orang Tua Diduga WNI Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak di Lift Hotel Malaysia
Video rekaman CCTV yang menampilkan kekerasan terhadap anak di lift hotel Malaysia viral, diduga melibatkan orang tua berkebangsaan Indonesia yang sedang berlibur.
24 Oktober 2026
1,16 Ton Ketamine Disita, Nilai Rp3,48 Triliun di Perairan Belawan
Penyitaan 1,16 ton ketamine dari kapal tanker di Belawan mencapai nilai ekonomi Rp3,48 triliun dan mencegah kerugian rehabilitasi hingga Rp116 triliun.
24 Oktober 2026

Pria Bangkalan Diduga Tipu Belasan Korban dengan Klaim Jadi Imam Mahdi
Seorang pria asal Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan atas dugaan penipuan dan pemerasan berkedok agama dengan kerugian mencapai Rp1,3 miliar melalui modus pengklaiman diri sebagai Imam Mahdi dan ancaman kematian berdasarkan "prediksi" umur.
24 Oktober 2026

Laboratorium Sabu Terbesar di RI Dibongkar di Aceh
Operasi gabungan berhasil menggagalkan produksi narkotika hingga 1,2 ton di Aceh, menangkap dua warga Tiongkok dan sejumlah tersangka lokal.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

