Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

10 Kuliner Legendaris Pasar Baru yang Tetap Bertahan Sejak Era 1950-an

Pasar Baru Jakarta menyimpan deretan kuliner klasik yang telah bertahan puluhan tahun, dari bakmi hingga soto, dengan harga terjangkau dan cita rasa autentik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
10 Kuliner Legendaris Pasar Baru yang Tetap Bertahan Sejak Era 1950-an📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kawasan Pasar Baru di Jakarta tak hanya dikenal dengan arsitektur kolonialnya yang masih utuh, tetapi juga sebagai pusat kuliner legendaris yang tetap eksis hingga kini. Di tengah perubahan zaman, sejumlah warung makan dan kaki lima ini terus menawarkan menu khas dengan resep turun-temurun. Setiap tempat menyimpan cerita sejarah, mulai dari kelahiran kuliner hingga perjalanan panjang dalam menghadapi dinamika kota besar.

Salah satu ikon adalah Bakmi Gang Kelinci, yang telah berdiri sejak 1957 di Jalan Kelinci Raya. Warung ini menyajikan beragam hidangan seperti bakmi, nasi goreng, dan gurame, dengan harga dimulai dari Rp25 ribu. Sementara itu, Soto Ludi di Metro Pasar Baru menawarkan kuah gurih yang khas, tersedia dalam berbagai varian, dengan harga mulai dari Rp20 ribu. Keduanya menjadi favorit bagi pencinta makanan tradisional yang ingin merasakan kenangan masa lalu.

Beberapa restoran seperti Bakmi Aboen (berdiri 1962) dan Bakmi Sui Sen di Plaza Metro Atom menawarkan pilihan topping khas, termasuk babi charsiu, sehingga tidak cocok bagi konsumen yang memilih makanan halal. Harga per porsi berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp85 ribu. Di sisi lain, Cakue Ko Atek yang telah beroperasi sejak 1971 tetap menjadi pilihan utama penggemar jajanan tradisional, dengan cakue dan kue bantal yang dijual mulai dari Rp6 ribu per buah.

Restoran Tropic, yang telah berdiri sejak era 1950-an, menjadi destinasi tak tergantikan bagi pecinta es krim klasik, dengan harga antara Rp20 ribu hingga Rp40 ribu. Sementara Soto Betawi Globe H. Oji dan Soto Padang H. St. Mangkuto menawarkan dua versi soto khas Jakarta dan Sumatera Barat, masing-masing berdiri sejak 1942 dan menawarkan kuah berempah dengan berbagai isian.

Pondok Bakso Loncat, yang telah beroperasi sejak 1998, menghadirkan konsep yong tau fu dengan lebih dari 20 pilihan isian, termasuk bakso sapi, ikan, tahu, dan seafood. Pengunjung bisa menyesuaikan porsi dan harga sesuai pilihan, berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp75 ribu per orang. Keberadaan semua kuliner ini tak hanya memperkaya pengalaman wisata kuliner, tetapi juga menjadi penjaga nilai budaya dan sejarah kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya