Fadli Zon Soroti Kekhawatiran Reformasi Bursa Pasca Anjloknya IHSG
Menteri Kebudayaan menegaskan anjloknya IHSG bukan cerminan kondisi ekonomi riil, melainkan tanda perlu reformasi struktural di pasar modal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu, yang menyentuh level 5.185,11 setelah anjlok 678,67 poin atau 11,57%, menurut Fadli Zon, bukan refleksi dari kinerja ekonomi nasional, melainkan indikasi ketidakseimbangan dalam sistem pasar modal. Dalam paparannya di Jakarta, ia menekankan bahwa gejolak tersebut lebih berkaitan dengan dinamika bursa yang perlu direformasi secara mendalam agar lebih transparan dan inklusif.
Ia menyoroti bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi tahunan yang berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen, serta inflasi yang terkendali. Menurutnya, data-data tersebut membantah anggapan bahwa penurunan IHSG mencerminkan krisis struktural di sektor riil. Justru, pergerakan pasar saham yang ekstrem lebih menunjukkan ketidakseimbangan dalam mekanisme pasar dan kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung kesejahteraan umum.
Fadli menilai bahwa arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo masih menghadapi tantangan dari kelompok yang tidak sejalan dengan visi pembangunan berbasis keadilan sosial. Ia menekankan pentingnya mewujudkan Pasal 33 UUD 1945, di mana penguasaan atas sektor produksi strategis dan sumber daya alam harus diarahkan untuk kesejahteraan rakyat secara luas, bukan hanya untuk kepentingan segelintir pihak.
Dalam pandangannya, ekonomi Indonesia saat ini terlalu didominasi oleh model kapitalistik yang menguntungkan kelompok tertentu. Ia menyayangkan bahwa manfaat dari pengelolaan kekayaan alam belum merata, dengan sebagian besar keuntungan dinikmati oleh pelaku pasar yang memiliki akses dan modal besar. Oleh karena itu, ia menyerukan perlunya reformasi menyeluruh di sektor bursa sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

