Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Fadli Zon Soroti Kekhawatiran Reformasi Bursa Pasca Anjloknya IHSG

Menteri Kebudayaan menegaskan anjloknya IHSG bukan cerminan kondisi ekonomi riil, melainkan tanda perlu reformasi struktural di pasar modal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Fadli Zon Soroti Kekhawatiran Reformasi Bursa Pasca Anjloknya IHSG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu, yang menyentuh level 5.185,11 setelah anjlok 678,67 poin atau 11,57%, menurut Fadli Zon, bukan refleksi dari kinerja ekonomi nasional, melainkan indikasi ketidakseimbangan dalam sistem pasar modal. Dalam paparannya di Jakarta, ia menekankan bahwa gejolak tersebut lebih berkaitan dengan dinamika bursa yang perlu direformasi secara mendalam agar lebih transparan dan inklusif.

Ia menyoroti bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi tahunan yang berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen, serta inflasi yang terkendali. Menurutnya, data-data tersebut membantah anggapan bahwa penurunan IHSG mencerminkan krisis struktural di sektor riil. Justru, pergerakan pasar saham yang ekstrem lebih menunjukkan ketidakseimbangan dalam mekanisme pasar dan kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung kesejahteraan umum.

Fadli menilai bahwa arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo masih menghadapi tantangan dari kelompok yang tidak sejalan dengan visi pembangunan berbasis keadilan sosial. Ia menekankan pentingnya mewujudkan Pasal 33 UUD 1945, di mana penguasaan atas sektor produksi strategis dan sumber daya alam harus diarahkan untuk kesejahteraan rakyat secara luas, bukan hanya untuk kepentingan segelintir pihak.

Dalam pandangannya, ekonomi Indonesia saat ini terlalu didominasi oleh model kapitalistik yang menguntungkan kelompok tertentu. Ia menyayangkan bahwa manfaat dari pengelolaan kekayaan alam belum merata, dengan sebagian besar keuntungan dinikmati oleh pelaku pasar yang memiliki akses dan modal besar. Oleh karena itu, ia menyerukan perlunya reformasi menyeluruh di sektor bursa sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya