Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Presiden Lee Jae Myung memicu kontroversi dengan mengacu pada respons AI Gemini untuk membela kehadiran kepala lembaga investigasi dalam rapat kabinet, memicu reaksi keras dari oposisi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, kembali menjadi sorotan setelah mengunggah jawaban dari asisten kecerdasan buatan Gemini untuk mendukung keputusannya meminta kepala Badan Investigasi Kejahatan Serius (SCIA) dan Kejaksaan hadir dalam rapat kabinet. Unggahan tersebut muncul setelah pelantikan SCIA baru, yang menimbulkan kekhawatiran atas netralitas lembaga tersebut, terutama karena kewenangannya mencakup penyelidikan terhadap pejabat tinggi termasuk presiden.
Kritik datang dari partai oposisi utama, People Power Party (PPP), yang menilai kehadiran kepala lembaga investigasi dalam forum pemerintahan dapat merusak persepsi independensi. Anggota parlemen dari PPP, termasuk Kim Jae-won, Yoon Sang-hyun, dan Na Kyung-won, mengklaim telah memanfaatkan Gemini untuk menilai kebijakan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi mereka berisiko menciptakan persepsi bias, bahkan memperingatkan bahwa pengawasan presiden dapat mengancam objektivitas investigasi.
Polemik semakin memanas ketika sejumlah tokoh oposisi menyoroti ketidaksesuaian antara keputusan presiden dan prinsip netralitas. Mantan pemimpin partai oposisi minoritas, Lee Jun-seok, menyoroti ironi bahwa presiden memilih meminta jawaban AI ketimbang mengandalkan keputusan sendiri. Ia menyindir bahwa jika presiden mengandalkan AI, seharusnya ia ganti saja dengan sistem buatan. Kritik serupa disampaikan oleh mantan Menteri Kehakiman Han Dong-hoon, yang menegaskan bahwa presiden tidak boleh mengintervensi proses hukum, bahkan jika AI mendukungnya.
Menanggapi desakan, Presiden Lee membela diri dengan menyatakan bahwa penggunaan Gemini hanya untuk memverifikasi fakta hukum, bukan sebagai alat pengambilan keputusan. Ia menekankan bahwa kehadiran lembaga investigasi dalam rapat kabinet tidak bertentangan dengan Undang-Undang Organisasi Pemerintah, yang menempatkan lembaga tersebut di bawah otoritas presiden. Pihak Istana Cheong Wa Dae juga menegaskan bahwa narasi bahwa presiden mengandalkan AI secara eksklusif adalah distorsi terhadap fakta.
Penggunaan AI dalam konteks politik ini menunjukkan pergeseran baru dalam debat publik, di mana alat teknologi digunakan tidak hanya untuk analisis, tetapi juga sebagai senjata argumen. Meski tidak menetapkan kebijakan, respons AI justru menjadi alat legitimasi atau pembantah dalam konflik kebijakan, menggambarkan bagaimana teknologi mulai memengaruhi dinamika kekuasaan dan akuntabilitas di ranah demokrasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Operasi gabungan di Jayapura menyita 10 kilogram ganja, senjata api, dan senjata tajam, serta menangkap 10 orang, termasuk warga negara Papua Nugini.
24 Oktober 2026

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membatalkan putusan KPPU terhadap 97 penyelenggara pinjaman daring karena dinilai melanggar doktrin tindakan negara dan tidak memenuhi kriteria pasar bersangkutan.
24 Oktober 2026

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap wacana perubahan definisi korupsi yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional.
24 Oktober 2026

Orang Tua Diduga WNI Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak di Lift Hotel Malaysia
Video rekaman CCTV yang menampilkan kekerasan terhadap anak di lift hotel Malaysia viral, diduga melibatkan orang tua berkebangsaan Indonesia yang sedang berlibur.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

