Harga Saham Murah, Tapi Jangan Asal Beli
Pandu Sjahrir dari Danantara menekankan pentingnya menilai kualitas bisnis dan valuasi secara bersamaan, bukan hanya berdasarkan anjloknya harga saham akibat sentimen MSCI.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi pasar saham Indonesia yang mengalami tekanan jual akibat isu penurunan status dari emerging market ke standalone market mencatatkan penurunan signifikan pada sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia. Tekanan tersebut menyebabkan sejumlah saham turun ke level valuasi yang terbilang rendah, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Namun, dalam situasi seperti ini, pandangan dari pelaku pasar profesional menjadi kunci untuk menghindari reaksi emosional yang berpotensi merugikan.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, menegaskan bahwa penurunan harga saham tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi. Ia menyarankan agar investor lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan, seperti kemampuan menghasilkan laba, arus kas operasional, struktur utang, dan kualitas tata kelola perusahaan. Menurutnya, nilai investasi yang menarik muncul ketika ada kombinasi antara profitabilitas kuat dan harga yang masuk akal.
Dari 146 emiten dengan pendapatan tahunan lebih dari Rp5 triliun yang menjadi acuan, terdapat 61 perusahaan yang mampu mencatatkan return on equity (ROE) di atas 15%. Di sektor perbankan dan konsumsi, beberapa emiten bahkan mencatat ROE mencapai sekitar 20%, sementara rasio price to earnings (PE) berada di bawah 10 kali. Indikator-indikator ini menunjukkan potensi kinerja yang solid meski harga saham relatif rendah.
Pandu menekankan bahwa tidak ada satu pun indikator valuasi yang cukup digunakan secara mandiri. Ia menekankan pentingnya analisis holistik yang menggabungkan kualitas bisnis dengan harga saham. Koreksi harga harus dipahami sebagai bagian dari dinamika pasar, bukan sebagai sinyal otomatis bahwa suatu saham sudah murah. Peluang investasi, menurutnya, tersebar di berbagai sektor, asalkan investor mampu menilai secara objektif dan tidak terpengaruh oleh sentimen pasar semata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

