Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertunjukan massa yang meluas terjadi di sejumlah kota Prancis pada Sabtu (24/10), menyebabkan 135 orang ditangkap oleh aparat keamanan. Aksi tersebut dipicu oleh keberlangsungan kongres partai National Rally (RN) yang dipimpin Marine Le Pen, yang dianggap memicu ketegangan sosial. Di kota Orleans, ribuan demonstran menghantamkan slogan anti-fasis dan menuntut pengunduran diri Presiden Emmanuel Macron serta penahanan Le Pen.
Di wilayah lain, demonstrasi berlangsung di area yang dilarang, memicu respons cepat dari polisi dengan penembakan gas air mata. Salah seorang peserta, seorang mahasiswa, mengungkapkan bahwa aksi dibubarkan bahkan sebelum benar-benar dimulai, menunjukkan ketegangan tinggi antara massa dan kekuasaan. Di ibu kota Paris, aksi yang awalnya direncanakan di alun-alun Bastille terpaksa dipindahkan ke Porte de'Italie, wilayah yang lebih terpencil dan jauh dari pusat kota.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengonfirmasi bahwa 135 orang telah ditangkap dan sejumlah senjata ilegal disita, termasuk bola logam, peluru timah, kembang api, ketapel, bola baja, senjata rakitan, katana, serta air soft gun. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum terjadi insiden serius. Namun, langkah pemerintah yang melarang unjuk rasa di lokasi tertentu serta keterlibatan 70 ribu personel kepolisian menuai kritik dari lembaga hak asasi manusia.
Perwakilan serikat pekerja, Murielle Guilbert, menekankan bahwa aksi tersebut adalah bentuk protes terhadap ketidakpuasan sosial yang mendalam, terutama terkait upah yang belum sesuai dengan kenaikan biaya hidup. Gerakan ini awalnya bermula dari aksi pelajar yang menolak kondisi pendidikan yang memburuk, namun kemudian meluas ke seluruh wilayah dengan dampak sosial yang lebih luas. Beberapa aksi sebelumnya bahkan menimbulkan kekacauan, termasuk penjarahan, pembakaran, dan perusakan fasilitas umum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026

Yusril Soroti Kedalaman Evaluasi Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya pendalaman menyeluruh sebelum revisi definisi korupsi, mengingat kompleksitas hukum dan komitmen internasional Indonesia.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah Warga Lansia di Kampung Narkoba Diresmikan Tim Terpadu
Tim terpadu Kementerian PKP, Kemendagri, dan Polda Metro resmikan bedah rumah bagi lansia di Kampung Ambon, Jakarta Barat, sebagai bagian dari penanganan komprehensif kampung narkoba.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

