Gerindra Ungguli Elektabilitas Partai di Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, mengungguli PDIP dan Golkar dalam konteks pemilu jika digelar saat ini.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Partai Gerindra menduduki posisi teratas dalam indeks elektabilitas partai politik berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO). Dalam pengukuran yang dilakukan pada periode 12 hingga 20 Oktober 2026, Gerindra meraih elektabilitas sebesar 23,1 persen, menunjukkan dominasi signifikan dibandingkan partai lainnya. Angka ini menjadi indikator kuat dari kepercayaan publik terhadap partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, khususnya dalam konteks evaluasi dua tahun masa pemerintahan bersama Gibran Rakabuming.
Di bawah Gerindra, PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan perolehan 11,6 persen, sementara Partai Golkar mengikuti di urutan ketiga dengan 10,7 persen. Selisih elektabilitas antara Gerindra dan PDIP mencapai 11,5 poin persentase, menunjukkan jarak yang cukup lebar dalam persepsi publik. Sementara itu, jarak antara PDIP dan Golkar terpaut tipis, hanya 0,9 poin, menggambarkan persaingan ketat di posisi tiga besar.
Survei juga mencatat partai-partai lain yang berada di bawah tiga besar, seperti PKB dengan 6,1 persen, Demokrat 5,9 persen, dan PAN 5,8 persen. Di bawahnya, PKS meraih 4,6 persen, NasDem 4,2 persen, PSI 2,9 persen, PPP 1,6 persen, serta sejumlah partai kecil seperti Gerakan Rakyat, Gelora, dan Hanura yang masing-masing mendapatkan angka di bawah 1 persen. Sebanyak 21,6 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan atau memilih tidak menjawab, menunjukkan adanya kelompok pemilih yang belum menentukan arah.
Survei IPO ini dilakukan terhadap 1.200 responden secara acak multistage sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen. Hasil ini dijadikan acuan dalam melihat dinamika politik menjelang pemilu mendatang, terutama dalam konteks evaluasi kinerja pemerintahan dua tahun sejak keberadaan Prabowo Subianto sebagai kepala negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

