Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gerindra Ungguli Elektabilitas Partai di Survei IPO

Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, mengungguli PDIP dan Golkar dalam konteks pemilu jika digelar saat ini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gerindra Ungguli Elektabilitas Partai di Survei IPO📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Partai Gerindra menduduki posisi teratas dalam indeks elektabilitas partai politik berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO). Dalam pengukuran yang dilakukan pada periode 12 hingga 20 Oktober 2026, Gerindra meraih elektabilitas sebesar 23,1 persen, menunjukkan dominasi signifikan dibandingkan partai lainnya. Angka ini menjadi indikator kuat dari kepercayaan publik terhadap partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, khususnya dalam konteks evaluasi dua tahun masa pemerintahan bersama Gibran Rakabuming.

Di bawah Gerindra, PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan perolehan 11,6 persen, sementara Partai Golkar mengikuti di urutan ketiga dengan 10,7 persen. Selisih elektabilitas antara Gerindra dan PDIP mencapai 11,5 poin persentase, menunjukkan jarak yang cukup lebar dalam persepsi publik. Sementara itu, jarak antara PDIP dan Golkar terpaut tipis, hanya 0,9 poin, menggambarkan persaingan ketat di posisi tiga besar.

Survei juga mencatat partai-partai lain yang berada di bawah tiga besar, seperti PKB dengan 6,1 persen, Demokrat 5,9 persen, dan PAN 5,8 persen. Di bawahnya, PKS meraih 4,6 persen, NasDem 4,2 persen, PSI 2,9 persen, PPP 1,6 persen, serta sejumlah partai kecil seperti Gerakan Rakyat, Gelora, dan Hanura yang masing-masing mendapatkan angka di bawah 1 persen. Sebanyak 21,6 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan atau memilih tidak menjawab, menunjukkan adanya kelompok pemilih yang belum menentukan arah.

Survei IPO ini dilakukan terhadap 1.200 responden secara acak multistage sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen. Hasil ini dijadikan acuan dalam melihat dinamika politik menjelang pemilu mendatang, terutama dalam konteks evaluasi kinerja pemerintahan dua tahun sejak keberadaan Prabowo Subianto sebagai kepala negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya