Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Tembakau Temanggung Capai Rp350 Ribu per Kilogram

Harga tembakau di Temanggung mencapai Rp350 ribu per kg untuk grade E, memberi harapan bagi petani meski penyerapan masih menunggu kepastian dari pabrik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 19.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Harga Tembakau Temanggung Capai Rp350 Ribu per Kilogram📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Harga tembakau di Kabupaten Temanggung kini menunjukkan tren positif, dengan grade E di wilayah Lamuk tembus level Rp350 ribu per kilogram, sementara grade C dan D berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp80 ribu per kg. Angka ini menjadi angin segar bagi petani, terutama di tengah ketidakpastian serapan yang selama ini menjadi tantangan utama. Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyampaikan bahwa meski pasar belum sepenuhnya menentukan langkah, ada indikasi kuat bahwa pabrik-pabrik besar, termasuk PT Djarum, berencana melakukan penyerapan secara maksimal pada musim panen ini.

Namun, penyerapan tetap mengacu pada standar kualitas yang ditetapkan pabrik. Tidak semua hasil panen petani memenuhi kriteria, terutama terkait kriteria teknis seperti kadar gula dan kualitas daun. Sejumlah petani telah menerima informasi mengenai standar tersebut, tetapi implementasi di lapangan belum sepenuhnya sesuai. Bupati menekankan pentingnya konsistensi dalam proses budidaya, mulai dari pemilihan bibit hingga panen, agar hasil akhir sesuai dengan kebutuhan industri.

Pabrik yang telah menunjukkan komitmen pembelian meliputi PT Djarum, Wismilak, Sukun, Noyorono, Gadjah Baru, Ares, serta sejumlah pabrikan kelas III. Pergerakan pembelian telah terlihat sejak awal musim, bahkan di beberapa tempat perajangan tembakau, para perajang menjadi incaran beberapa pedagang, menunjukkan tingginya permintaan. Hal ini menambah optimisme bahwa penyerapan tahun ini bisa berjalan secara optimal, selama harga tetap kompetitif dan konsisten.

Kualitas tembakau, menurut Bupati, bukan hanya hasil akhir panen, melainkan hasil dari proses produksi yang utuh—mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga pengolahan pasca panen. Faktor-faktor ini saling terkait, dan tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab bersama. Meski hasil panen tahun ini dinilai cukup baik, tantangan masih muncul pada proses pengolahan, terutama karena jumlah tenaga kerja yang besar dan variasi metode yang digunakan.

Kendati demikian, pihaknya tetap berharap agar pabrik tetap menjaga harga terbaik agar petani mendapatkan keuntungan yang layak. Upaya pemerintah daerah seperti pembentukan resi gudang tembakau dan pemantauan luas tanam juga menjadi bagian dari strategi menopang stabilitas pasar. Dengan kualitas yang memadai dan komitmen penyerapan yang jelas, harapan besar terhadap keberlanjutan sektor tembakau di Temanggung tetap terbuka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Direksi dan Komisaris MKNT Mundur Serentak
Nasional

Direksi dan Komisaris MKNT Mundur Serentak

Empat pejabat utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, termasuk dua komisaris dan dua direksi, mengundurkan diri secara bersamaan, menyusul kondisi pasar saham perusahaan yang stagnan di level Rp1.

14 September 2026

Berita Lainnya