Humas Jembatani Kebijakan dan Masyarakat
Wamendagri Bima Arya tekankan peran humas sebagai penjembat kebijakan pemerintah dan masyarakat melalui komunikasi dua arah yang autentik dan berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 146x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa humas bukan sekadar alat penyampaian informasi, melainkan mitra strategis dalam membangun hubungan antara pemerintah dan rakyat. Ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan tergantung pada sejauh mana masyarakat memahami tujuan, manfaat, serta proses pembangunan yang dilakukan. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah menjaga koneksi yang kuat antara pemerintah dengan realitas sosial yang ada di lapangan.
Dalam forum yang mengusung tema "Humas sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia", Bima menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi yang berbasis pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan aspirasi publik. Ia menilai bahwa informasi yang disampaikan harus relevan, mudah dipahami, dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Komunikasi yang efektif, kata dia, tidak hanya melalui media digital, tetapi juga melalui interaksi langsung dan dialog terbuka.
Ia menekankan bahwa kepercayaan publik tidak dibangun dalam sekejap, melainkan melalui konsistensi nilai, keteladanan, serta keselarasan antara ucapan, pikiran, dan tindakan. “Trust adalah konsistensi. Trust adalah value. Trust adalah artikulasi. Trust adalah leading by example,” tegasnya. Menurut Bima, tanpa kepercayaan, pesan pemerintah akan sulit diterima, terlepas dari seberapa baik isi kebijakannya.
Untuk memperkuat rasa kebangsaan, Bima mendorong pemanfaatan narasi inspiratif dari tokoh-tokoh nasional di berbagai daerah. Ia menilai bahwa kisah nyata dan teladan dari tokoh masyarakat dapat menjadi penguat identitas bersama dan mempererat semangat gotong royong. Narasi semacam itu, menurutnya, bukan sekadar retorika, tetapi sumber energi positif yang mampu menggerakkan masyarakat secara kolektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Pembangunan PLTS terapung di Waduk Tembesi, Batam, telah menyelesaikan 74 persen tahap konstruksi dengan kapasitas 46 MWp dan proyeksi produksi listrik 61 GWh per tahun.
24 Oktober 2026

Peta Hak Dasar Desa Siap Dukung Pembangunan Berbasis HAM
KemenHAM memperkenalkan Peta Pemenuhan Hak Dasar hingga tingkat desa melalui platform DESAHAM sebagai alat pemantauan berbasis data dalam perencanaan pembangunan nasional.
24 Oktober 2026

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Otorita IKN resmi menandatangani PKS proyek perumahan dan investasi swasta senilai total Rp4,04 triliun, melibatkan lima perusahaan di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, dan olahraga.
24 Oktober 2026

Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 85,8% Progres Fisik
Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A telah menyelesaikan 85,8% pekerjaan fisik per akhir September 2026, dengan target penyelesaian akhir 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

