Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397

Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 0,18% ke level 5.397, didorong sentimen domestik dan dinamika pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini dengan kenaikan tipis sebesar 9,43 poin, atau 0,18%, berada di posisi 5.397,34. Pada awal sesi I pukul 09.00 WIB, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.405,88 sebelum mengalami penyesuaian dan bergerak di kisaran 5.394,13. Level terendah tercatat pada 5.387,61, menunjukkan volatilitas tinggi di awal perdagangan. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian yang masih menghiasi pasar, meski ada dorongan dari aktivitas transaksi yang cukup signifikan.

Volume perdagangan mencapai 13,83 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp322,92 miliar. Aktivitas ini menunjukkan minat investor yang tetap terjaga, meskipun pergerakan indeks terbatas. Pasar kini fokus pada berbagai isu domestik, termasuk kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sumber daya alam, rencana perampingan BUMN, serta perkembangan kredit perbankan yang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Akses perluasan rekening bank juga menjadi perhatian sebagai bagian dari program inklusi keuangan.

Sentimen global turut berdampak, terutama menyusul ambruknya Wall Street dalam sesi sebelumnya. Di sisi lain, data inflasi Jepang yang dirilis pada Jumat pagi menunjukkan kenaikan tahunan menjadi 2,1%, naik dari 1,9% pada Agustus. Inflasi inti, yang mengabaikan pangan segar namun mencakup energi, juga mencapai 2,1%, menjadi yang tertinggi dalam sembilan bulan terakhir dan sesuai ekspektasi pasar. Angka ini menandai kenaikan kembali di atas target Bank of Japan, menguatkan spekulasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Perubahan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut menarik perhatian investor. Mulai 2 November 2026, saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi dimasukkan dalam perhitungan IHSG. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan representasi indeks terhadap kondisi pasar yang lebih luas, sekaligus menyesuaikan struktur indeks dengan perkembangan pasar. Sebelumnya, hanya saham di Papan Akselerasi yang diberi pengecualian.

Pasar masih menanti rilis data uang beredar bulan September 2026 oleh Bank Indonesia, setelah dua bulan berturut-turut mengalami perlambatan. Data ini dinilai menjadi indikator penting terhadap likuiditas dan kebijakan moneter mendatang. Dengan berbagai faktor yang saling berinteraksi, pergerakan IHSG diprediksi tetap dinamis sepanjang hari, tergantung pada respons pasar terhadap rilis data dan pernyataan kebijakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya