IHSG Melemah Signifikan di Awal Perdagangan
IHSG dibuka turun 0,36% ke level 5.914, melanjutkan pelemahan hingga menyentuh 5.891 dengan 351 saham anjlok dan transaksi awal mencapai Rp381 miliar.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan penurunan signifikan, bergerak melemah 0,36% pada level 5.914 pada pembukaan pasar. Dalam rentang waktu kurang dari satu menit, indeks terus mengalami tekanan dan merosot lebih dalam hingga mencapai 5.891, atau turun 0,75% dari posisi awal. Penurunan ini terjadi di tengah dominasi saham-saham yang bergerak merosot, menunjukkan sentimen pasar yang cenderung defensif di awal sesi.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 351 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 145 saham yang menguat dan 467 lainnya bergerak datar. Volume perdagangan awal mencapai 1,5 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp381 miliar, menggambarkan aktivitas pasar yang cukup aktif meski berada dalam zona negatif. Indeks sektoral menunjukkan tekanan seragam, dengan seluruh sektor berada dalam zona merah, termasuk energi, keuangan, teknologi, kesehatan, dan properti.
Indeks LQ45 turun 0,80% ke posisi 586, indeks JII melemah 0,90% ke 349, indeks MNC36 terkoreksi 0,93% ke 258, dan IDX30 bergerak turun 0,89% ke level 326. Penurunan ini menunjukkan tekanan yang merata di seluruh lapisan pasar, baik dari saham kapitalisasi besar maupun menengah. Kondisi ini menandakan kekhawatiran terhadap sentimen eksternal dan fluktuasi pasar global yang berdampak langsung terhadap performa pasar modal domestik.
Di sisi lain, tiga saham berhasil menjadi penguat terbesar pada sesi awal, yaitu Reksa Dana Indeks Premier ETF PEFINDO i-Grade, Reksa Dana Pinnacle Enhanced Liquid ETF, dan Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF. Sementara itu, tiga saham yang menjadi pemicu penurunan terbesar adalah PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN), dan PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI).
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thailand Percepat Pensiun Dini PNS untuk Kurangi Beban Anggaran
Pemerintah Thailand siap terapkan pensiun dini bagi 5% PNS tiap tahun mulai 2027, fokus pada usia 50 tahun ke atas dan kondisi kesehatan, demi tekan belanja negara.
13 Oktober 2026

Rupiah Terancam Melemah ke Rp17.960 per Dolar AS
Rupiah diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), bergerak dalam rentang Rp17.910 hingga Rp17.960 per dolar AS akibat tekanan eksternal dan ketidakpastian domestik.
13 Oktober 2026

1,06 Juta Agen BRILink Jadi Penopang Inklusi Keuangan di Pelosok Negeri
Sebanyak 1,06 juta agen BRILink menjangkau 80% desa di Indonesia, mendukung transaksi digital dan literasi keuangan sejak September 2026.
13 Oktober 2026

Rupiah Melemah Akibat Ketegangan Timteng dan Kenaikan Harga Minyak
Pelemahan rupiah ke level Rp17.939 per dolar AS dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak global dan tekanan pasar keuangan domestik.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Pimpin Universitas Halu Oleo 2026-2030
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.56 WITA

Cakatinding Siap Jadi Identitas Budaya dan Wisata NTT
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.22 WITA

Taylor Swift Pecahkan Rekor 100 Minggu di Puncak Billboard 200
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Aktris Selma Blair Didaftarkan atas Tuduhan Kekerasan di Bandara JFK
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Verdonk Siap Lawan Saka di Laga Arsenal vs Lille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Lima Laga Berat Wakil Indonesia di Babak Pertama Denmark Open 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Laga Kunci Liga Champions Malam Ini Sajikan Duel Besar
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi Terungkap Melalui Dokumen dan Iklan Pekerja
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

