Thailand Percepat Pensiun Dini PNS untuk Kurangi Beban Anggaran
Pemerintah Thailand siap terapkan pensiun dini bagi 5% PNS tiap tahun mulai 2027, fokus pada usia 50 tahun ke atas dan kondisi kesehatan, demi tekan belanja negara.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Thailand merancang kebijakan pensiun dini secara bertahap untuk menyederhanakan struktur tenaga kerja di sektor publik. Program ini direncanakan dimulai pada tahun fiskal 2027, dengan target mengurangi jumlah pegawai negeri sipil sekitar 5% per tahun. Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan anggaran yang terus meningkat, terutama akibat beban belanja pemerintah yang mendekati ambang batas 70% dari total pendapatan nasional.
Fokus awal program ditujukan pada PNS berusia 50 tahun ke atas, dengan pertimbangan tambahan bagi pegawai berusia 40 tahun yang mengalami masalah kesehatan atau memiliki kewajiban merawat anggota keluarga. Penerapan kebijakan ini diharapkan mampu menurunkan beban biaya operasional pemerintah dalam jangka panjang, sekaligus membuka ruang bagi penyerapan tenaga kerja baru yang lebih muda dan produktif.
Saat ini, jumlah PNS di Thailand mencapai 1,68 juta orang, menurut data hingga Juni 2023. Dalam tahap awal, diperkirakan alokasi anggaran untuk pensiun dini mencapai sekitar 7 miliar baht (setara Rp3,7 triliun). Pemerintah sedang mempertimbangkan kompensasi sebesar lebih dari 12 kali gaji bulanan bagi peserta program, meski besaran pastinya masih dalam pembahasan bersama Kementerian Keuangan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi fiskal yang dicanangkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul. Tujuannya adalah menciptakan cadangan keuangan yang cukup untuk menghadapi risiko ekonomi, termasuk fluktuasi pasar global dan tekanan dari krisis sosial atau kesehatan. Rancangan program sedang dalam tahap finalisasi dan akan diserahkan ke kabinet untuk mendapatkan persetujuan formal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Melemah Signifikan di Awal Perdagangan
IHSG dibuka turun 0,36% ke level 5.914, melanjutkan pelemahan hingga menyentuh 5.891 dengan 351 saham anjlok dan transaksi awal mencapai Rp381 miliar.
13 Oktober 2026

Rupiah Terancam Melemah ke Rp17.960 per Dolar AS
Rupiah diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), bergerak dalam rentang Rp17.910 hingga Rp17.960 per dolar AS akibat tekanan eksternal dan ketidakpastian domestik.
13 Oktober 2026

1,06 Juta Agen BRILink Jadi Penopang Inklusi Keuangan di Pelosok Negeri
Sebanyak 1,06 juta agen BRILink menjangkau 80% desa di Indonesia, mendukung transaksi digital dan literasi keuangan sejak September 2026.
13 Oktober 2026

Rupiah Melemah Akibat Ketegangan Timteng dan Kenaikan Harga Minyak
Pelemahan rupiah ke level Rp17.939 per dolar AS dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak global dan tekanan pasar keuangan domestik.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Pimpin Universitas Halu Oleo 2026-2030
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.56 WITA

Cakatinding Siap Jadi Identitas Budaya dan Wisata NTT
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.22 WITA

Taylor Swift Pecahkan Rekor 100 Minggu di Puncak Billboard 200
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Aktris Selma Blair Didaftarkan atas Tuduhan Kekerasan di Bandara JFK
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Verdonk Siap Lawan Saka di Laga Arsenal vs Lille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Lima Laga Berat Wakil Indonesia di Babak Pertama Denmark Open 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Laga Kunci Liga Champions Malam Ini Sajikan Duel Besar
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi Terungkap Melalui Dokumen dan Iklan Pekerja
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

