Gerakan Pangan Murah Dorong Stabilitas Harga di Jateng
Pemprov Jateng gandeng BI dan pelaku usaha gelar aksi pangan murah untuk kendalikan inflasi dan pastikan ketersediaan bahan pokok.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Gerakan Pangan Murah sebagai respons strategis terhadap fluktuasi harga komoditas utama, khususnya cabai merah dan beras, yang sempat mengalami kenaikan signifikan. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng dan melibatkan berbagai pihak, termasuk petani, pedagang warung, dan pelaku usaha katering dari Kabupaten dan Kota Semarang. Tujuannya adalah menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat serta menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pengendalian inflasi. Ia menilai bahwa pendekatan bersama dengan Bank Indonesia, Bulog, serta pelaku produksi pangan mampu menciptakan model yang dapat direplikasi di wilayah lain. Kenaikan harga cabai merah hingga Rp80–90 ribu per kilogram menjadi salah satu alasan mendasar dilakukannya intervensi, terutama dalam konteks dampak cuaca ekstrem seperti kekeringan yang mengganggu produksi.
Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya menyediakan akses harga terjangkau, tetapi juga memberikan bantuan sarana produksi, seperti pipa air dan rumah burung hantu untuk mendukung ketahanan pangan. Dalam periode Januari–Oktober 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 8,4 juta ton gabah kering giling, setara 4,9 juta ton beras, sementara produksi cabai dan bawang merah masing-masing mencapai 404,91 ribu ton dan 408,76 ribu ton. Upaya ini juga menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim El Nino, melalui pendekatan inovatif dari Dinas Pertanian dan Peternakan.
Banyak pelaku usaha yang menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Joko, pedagang nasi goreng, mengungkapkan bahwa harga cabai yang turun dari Rp65 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram di lokasi gerakan sangat membantu menjaga omzet usaha. Ia menyebut kebutuhan cabai untuk satu minggu biasanya mencapai lima kilogram, sehingga penghematan yang didapat cukup signifikan. Sementara itu, pengusaha katering Dari menyatakan bahwa akses beras dengan harga Rp11 ribu per kilogram menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas biaya operasional tanpa harus menaikkan harga jual kepada pelanggan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Cakatinding Siap Jadi Identitas Budaya dan Wisata NTT
Pemkab Manggarai Barat galakkan Cakatinding sebagai ikon budaya dan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
13 Oktober 2026

200 Tewas dalam Serangan Udara di Tambang Emas Sudan Barat Laut
Serangan udara di wilayah pertambangan emas Sudan barat laut menewaskan lebih dari 200 orang, menyusul perintah penyelidikan oleh pemimpin militer Sudan.
13 Oktober 2026

APA Dibentuk di Busan Dorong Kolaborasi Film Asia
Lima asosiasi produser film independen Asia resmi mendirikan Aliansi Produser Asia untuk tingkatkan produksi bersama dan lindungi hak kreator.
13 Oktober 2026

Huawei Siap Luncurkan Submerek Star Shine untuk Pasar Menengah Bawah
Huawei mempersiapkan submerek baru bernama Star Shine untuk menjangkau konsumen di segmen kelas menengah ke bawah dengan perangkat berharga terjangkau.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Pimpin Universitas Halu Oleo 2026-2030
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.56 WITA

Taylor Swift Pecahkan Rekor 100 Minggu di Puncak Billboard 200
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Aktris Selma Blair Didaftarkan atas Tuduhan Kekerasan di Bandara JFK
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Verdonk Siap Lawan Saka di Laga Arsenal vs Lille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Lima Laga Berat Wakil Indonesia di Babak Pertama Denmark Open 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Laga Kunci Liga Champions Malam Ini Sajikan Duel Besar
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi Terungkap Melalui Dokumen dan Iklan Pekerja
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA
Siswa 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Marseille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.08 WITA

