Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi Terungkap Melalui Dokumen dan Iklan Pekerja
Investigasi mengungkap rencana perluasan besar-besaran kediaman presiden Rusia di Bocharov Ruchey, didukung data satelit, dokumen pengadilan, dan iklan lowongan pekerja dengan fasilitas eksklusif.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pembangunan kembali kompleks kediaman presiden Rusia di Bocharov Ruchey, Sochi, telah berlangsung secara diam-diam sejak 2024, dengan skala yang jauh melampaui struktur sebelumnya. Citra satelit yang dianalisis menunjukkan munculnya lubang galian besar pada September 2025, menandai awal dari proyek rekonstruksi menyeluruh. Proyek ini dilakukan tanpa pengumuman resmi dari otoritas, meski telah melibatkan kontraktor utama bernama TSI Group yang berlokasi di Krimea. FSO, badan keamanan negara, juga telah memperkuat zona perlindungan sekitar lokasi dengan cakupan lebih dari tiga kilometer persegi sejak 2026.
Dokumen pengadilan yang diakses oleh tim investigasi mengungkap kontrak pengadaan pertahanan negara dengan kode 2327202903572000000000000, yang menunjukkan periode pelaksanaan antara 2023 hingga 2027. Kode 202 dalam kontrak tersebut merujuk pada FSO sebagai pemberi kontrak. Beberapa perselisihan hukum terjadi antara kontraktor utama dan subkontraktor, termasuk keterlambatan dari institut desain Sevastopol, Voenmorproekt-30, serta pelanggaran dalam pembangunan tembok untuk bangunan utama yang dikerjakan oleh perusahaan dari Orenburg.
Pencarian iklan lowongan pekerjaan di media sosial dan platform rekrutmen mengungkapkan detail menarik terkait proyek ini. Beberapa iklan menawarkan posisi tukang batu, tukang besi, dan spesialis beton dengan akses ke fasilitas eksklusif, termasuk akomodasi di hostel dengan kolam renang, makan tiga kali sehari, serta pakaian kerja gratis. Dalam beberapa kasus, pekerjaan dilakukan di lokasi dengan akses terbatas yang memerlukan izin dan pemeriksaan paspor, dengan peringatan bahwa fasilitas tersebut bersifat strategis.
Persyaratan rekrutmen awal hanya menyasar warga negara Rusia tanpa catatan kriminal, tetapi kemudian dilonggarkan untuk warga Belarusia, Kazakhstan, dan Kirgistan. Pencarian pekerja juga dilakukan untuk pekerjaan interior pada 2026, termasuk instalasi pipa, pencahayaan, dan pintu, dengan penekanan pada kebutuhan tenaga spesialis. Semua karyawan harus menjalani pemeriksaan keamanan, sementara pengawasan teknis diklaim tidak ketat dan diawasi langsung oleh dinas keamanan internal.
Kompleks asli yang berfungsi sebagai kediaman resmi sejak 2008 tetap beroperasi sebagian, termasuk Bocharov Ruchey-2 yang dibangun untuk Olimpiade Sochi 2014. Presiden Putin tetap menggunakan fasilitas ini untuk menerima tamu negara, termasuk Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional, pada 2024. Meski tidak ada pernyataan resmi dari pihak berwenang, jejak dokumen dan aktivitas lapangan mengonfirmasi bahwa proyek perluasan ini bukan sekadar renovasi, melainkan pembangunan baru yang menekankan keamanan tinggi dan infrastruktur eksklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Transaksi Rumah Bekas Melonjak di China, Tanda Stabilisasi atau Krisis Struktural?
Lonjakan penjualan rumah bekas di China mencapai lebih dari 50 persen pada 2026, menandai perubahan tren pasar yang mengkhawatirkan ekonomi nasional.
13 Oktober 2026

Asap Tebal Menutup Jembatan Ampera, Warga Palembang Keluhkan Kesehatan
Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Palembang, mengganggu visibilitas dan menimbulkan keluhan kesehatan, sementara pemerintah memperkuat posko kesehatan untuk penanganan dampaknya.
13 Oktober 2026

Jembatan Cikotak Resmi Beroperasi, Dorong Akses Ekonomi dan Pendidikan
Pembangunan jembatan beton di Cikotak, Banten, selesai dan diresmikan sebagai bagian dari program CSR HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia, mendukung mobilitas 1.500 warga.
13 Oktober 2026

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Ratusan warga suku di Madhya Pradesh menolak proyek penghubung sungai senilai US$87 miliar yang mengancam desa dan lahan pertanian leluhur mereka.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Pimpin Universitas Halu Oleo 2026-2030
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.56 WITA

Cakatinding Siap Jadi Identitas Budaya dan Wisata NTT
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.22 WITA

Taylor Swift Pecahkan Rekor 100 Minggu di Puncak Billboard 200
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Aktris Selma Blair Didaftarkan atas Tuduhan Kekerasan di Bandara JFK
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Verdonk Siap Lawan Saka di Laga Arsenal vs Lille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Lima Laga Berat Wakil Indonesia di Babak Pertama Denmark Open 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Laga Kunci Liga Champions Malam Ini Sajikan Duel Besar
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA
Siswa 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Marseille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.08 WITA

